Kamis, 12 November 2015

Bid’ahkah Demokrasi?


Sudah lama sebenarnya penulis ingin mengkaji pembahasan tentang hal ini. Terdorong rasa ingin tahu akan hubungan demokrasi dengan bid’ah. Apakah demokrasi terkategori bid’ah ataukah bukan. Sebagian rekan penulis ada yang berpendapat bahwa demokrasi merupakan bid’ah. Alasannya, tentu karena demokrasi tidak ada ketika jaman Rasulullah Saw. Karena ia merupakan sesuatu yang baru dan diada-adakan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, saya hanya mengambil pendapat yang disampaikan dua amir Hizbut Tahrir (HT), yakni Syaikh Taqiyuddin An Nabhani (Muassis dan Amir pertama HT) dan dan Syaikh Atha Ibnu Khalil Abu Ar-Rasytah (Amir HT saat ini), -semoga Allah Swt merahmati keduanya. aamiiin-. Dan, penulis berharap semoga tulisan ini bermanfaat.

Sebelum masuk ke pembahasan demokrasi itu bid’ah ataukah bukan. Sebaiknya kita memaknai dahulu apa itu bid’ah. Bid’ah merupakan istilah yang muncul dari nash. Pemaknaannya tidak bisa hanya sekedar dimaknai secara bahasa. Karena, pemaknaan suatu kata (kalimat, dalam bahasa Arab) mesti diutamakan istilah syar’inya terlebih dahulu, jika ada. Adapun jika tidak terdapat makna istilah syar’i, barulah menggunakan makna bahasa.

Amir Hizbut Tahrir Al ‘Alim Syaikh Atha Ibnu Khalil Abu Ar Rasytah mendefinisikan bid’ah sebagai berikut :
“al bid’atu hiya al mukhalifatu amri asy-syaari’i alladzi warodat lahu kaifiyatu adaa-in”
(Bid’ah adalah menyalahi perintah Pembuat Hukum (Allah), yang tertera tata cara penunaiannya).

Adapun bid’ah secara bahasa sesuai dengan kitab lisanul arab : “al mubtadi’ alladzi ya’ti amran ‘ala syubhin lam yakun..., wa abda’ta asysyaia : akhtara’tahu la ‘ala mitsalin”
(pelaku bid’ah adalah orang yang mendatangkan perkara pada gambaran yang belum ada..., dan anda melakukan bid’ah : anda melakukan inovasi tidak sesuai contohnya).

Bid’ah secara istilah juga demikian, artinya terdapat contoh yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan seorang muslim melakukan yang menyalahinya. Ini berarti menyalahi tata cara syar’i yang telah dijelaskan oleh syara’ untuk menunaikan perintah syara’.1)
Rasulullah Saw bersadba :

«وَمَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ» [البخاري ومسلم]
“Dan siapa saja yang melaksanakan perbuatan yang tidak ada perintah (ketentuan) kami maka tertolak.” (HR. Imam Muslim)

Apabila Rasul melaksanakan suatu perbuatan serta menjelaskan tatacara menunaikannnya di dalam al-Kitab atau as-sunnah, maka kita harus mengikuti tata cara beliau apa adanya. Jika ada yang berbeda tata caranya dengan tata cara Rasul saw, maka bisa terkategori  bid’ah, yang sesat dan merupakan dosa besar.

Maka siapa yang menyalahi tatacara ini maka dia telah mendatangkan bid’ah. Siapa yang bersujud tiga kali sujud dan bukan dua sujud maka dia telah mendatangkan bid’ah dan itu sesat.2) Bid’ah tidak terjadi dalam selain ibadah. Karena hanya ibadah sajalah yang di dalamnya dinyatakan langkah-langkah praktis untuk menerapkan perintah asy-Syâri’.3)

Adapun muassis Hizbut Tahrir, Syaikh Taqiyuddin An Nabhani rahimahullahu ta’ala, menjelaskan makna bid’ah sebagai berikut. Bid’ah adalah segala sesuatu yang bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah Nabi serta ijma’ shahabat, berupa hukum-hukum, baik dalam bentuk perbuatan maupun perkataan. Sedangkan selain hukum-hukum, baik menyangkut perbuatan maupun sesuatu benda, maka hal itu tidak termasuk bid’ah.4) 

Beliau menjelaskan sabda Rasulullah Saw, yang artinya :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu setelah ilmu itu diberikan kepada kalian, akan tetapi Allah mencabutnya dengan cara mewafatkan para ulama, sehingga yang tersisa adalah orang-orang yang bodoh. Mereka diminta fatwanya, kemudian mereka pun berfatwa berdasarkan pendapat mereka. Maka mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Imam Al Bukhari dari Abdullah bin Umar r.a.)  

Menurut beliau, mereka berfatwa berdasarkan pendapat mereka yang datang dari diri mereka sendiri (bukan berdasar dalil syara, pen). Pendapat (ra’yun) seseorang inilah yang dinamakan Rasulullah Saw sebagai bid’ah.5)

Sekarang mari kita kaji fakta demokrasi. Demokrasi secara bahasa bermakna kedaulatan rakyat. Secara istilah bermakna otoritas tertinggi untuk membuat dan memberlakukan undang-undang ada di tangan rakyat.5) Pemikiran demokrasi tidak termasuk dalam aktifitas ibadah, ia masuk dalam ranah pemikiran (aqidah/keyakinan) yang berpengaruh terhadap muamalah politik (sistem pemerintahan), khususnya produk hukum yang dihasilkan. Oleh karena itu, merujuk pada pendapat Syaikh Atha’ Ibnu Khalil, maka demokrasi tidaklah terkategori bid’ah.

Demokrasi memang tidak terkategori bid’ah, tetapi ‘penuhanannnya’ terhadap pendapat manusia bisa memproduk banyak kebid’ahan. Dengan mengadopsi demokrasi, akan banyak terlahir hukum-hukum yang berdasar pada pendapat manusia semata. Menurut Syaikh Taqiyuddin An Nabhani rahimahullahu ta’ala, hukum yang hanya berdasar pada pendapat manusia semata itulah yang termasuk bid’ah. Wallohu a’lamu bishshowwaab. (Al Faqir Ary Herawan, 1 Shafar 1437)


Daftar Pustaka :
1)    htttp://www.hizbut-tahrir.or.id/2013/06/18/jawab-soal-tentang-bidah/
2)    http://www.hizbut-tahrir.or.id/2015/10/16/apakah-bidah-itu-dan-batasannya/
3)    http://www.hizbut-tahrir.or.id/2009/11/09/jawab-soal-seputar-bid%E2%80%99ah/
4)    Taqiyuddin An Nabhani. Asy-syakhshiyyah Al-Islamiyyah I. Ath-thab’aatu As-sadisah (Mu’tamadah).
5)    idem.
6)    http://rightsandwrong.com.au/DEMOCRAC2.pdf.

Senin, 09 November 2015

"Freeport Mencengkeram, Quo Vadis Bela Negara?”

“Freeport itu hanya sebagian kecil dari cengkeraman penjajahan. Jika dulu Indonesia dijajah oleh Belanda. Sekarang dijajah oleh yang namanya kapitalisme, ” tegas M. Ali Andrias, Kaprodi Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya.

Pernyataan ini beliau sampaikan dalam acara Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) di Aula Masjid Al Mujahidin, yang di adakan DPD II HTI Kota Tasikmalaya (8/11/2015).

Beliau pun menambahkan bahwa cengkeraman asing di bidang migas lebih banyak lagi. Contohnya adalah kunjungan Condolize Rice, yang terbukti bisa mempengaruhi Presiden RI untuk memberikan blok cepu kepada Exxon mobile.  Dari pernyataan ini, penulis menyimpulkan bahwa penjajahan kapitalisme –yang dipimpin AS- terhadap negeri ini adalah nyata. Kenyataan ini sudah disadari dan dirasakan oleh siapapun yang mencintai negeri ini.

Penjajahan adalah suatu bentuk kezaliman sekelompok manusia terhadap manusia yang lain. Sehingga para pendahulu kita, pahlawan negeri ini, sangat membencinya. Mereka berani berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mengusir para penjajah. Hatta tatkala Belanda membonceng sekutu untuk kembali melakukan penjajahan. KH. Hasyim Asy’ari rahimahullah menggelorakan seruan jihad yang disambut oleh para pemuda muslim, seperti Bung Tomo.

Belanda terusir, AS pun datang dengan penjajahan non fisiknya. Dengan balutan investasi dan kucuran utang luar negeri, mereka mulai menjerat negeri ini. Kemudian, dengan doktrin demokrasi, cengkeraman penjajahannya pun semakin menguat. Karena ruh demokrasi adalah liberalisasi dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi. Dengan memanfaatkan doktrin tersebut, AS memaksakan berbagai UU yang berpihak kepada asing. Berlindung di balik perundang-undangan tersebut, para penjajah semakin leluasa mengeruk kekayaan negeri ini, tanpa takut terusir sedikit pun, termasuk PT. Freeport.

Padahal eksploitasi emas yang dilakukan PT. Freeport sangat merugikan Indonesia. A. Mufti Nur Habib, pembicara dari DPD II HTI Kota Tasikmalaya, memaparkan beberapa fakta yang merugikan tersebut. Di antaranya, keuntungan real PT. Freeport yang valid tidak pernah bisa ditelusuri oleh pemerintah, bahkan BPK pun tidak bisa mengaudit Freeport, karena regulasinya tidak membolehkan.

Selanjutnya, deviden untuk pemerintah sangat kecil. Total dividen yang diterima pemerintah dari Freeport sejak 1992-2011 hanya sebesar USD 1,287 miliar. Demikian pula saham pemerintah di PT Freeport, hanya sekitar 9,36 persen. Itu artinya pada jangka waktu yang sama, PT Freeport menerima deviden USD 12,87 miliar dolar alias 10 kali lipat daripada yang didapat pemerintah. Parahnya, ternyata selama 2012-2014 PT Freeport tidak memenuhi kewajibannya untuk menyetor dividen kepada pemerintah, dan itu dibiarkan begitu saja oleh pemerintah. Bahkan, pada saat Pemerintah Propinsi Papua menagih pajak daerah Freeport sebesar 2,7 T (untuk periode 2009 – 2014), Freeport hanya mau membayar 7,5 M saja.

Bela Negara

Senada dengan yang disampaikan pembicara pertama, A. Mufti Nur Habib menegaskan bahwa PT. Freeport merupakan simbol kerakusan, arogansi dan penjajahan AS terhadap negeri ini. Lalu, quo vadis (mau ke manakah) bela negara yang selama ini digembar-gemborkan? Bila pada kenyataannya, penjajahan dan eksploitasi terhadap kekayaan negeri ini justru terjadi karena regulasi pemerintah sendiri.

Padahal program bela negara yang digagas oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, beralasan wawasan kebangsaan yang sudah mulai luntur. Harapannya, terbentuk kader-kader bela negara yang bertugas melakukan pertahanan negara, jika sewaktu-waktu negara mendapat ancaman nyata maupun belum nyata.

Penjajahan baru (neo imperialisme) ala AS terhadap negeri ini merupakan ancaman nyata. Dampaknya, dirasakan setiap saat oleh rakyat Indonesia. Rakyat yang telah menyatakan dengan lantang bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Penulis teringat sebuah pernyataan dari Syaikh Ahmad Athiyyat dalam kitab Ath Thariq. Beliau menjelaskan bahwa adanya kezaliman tidak akan mendorong terjadinya perubahan, tetapi merasakan adanya kezaliman itulah yang akan mendorong terjadinya perubahan. Namun, merasakan kezaliman tidaklah cukup secara fisik, seperti mengecap rasa manis dan pahit oleh mulut. Ia mesti dirasakan oleh penginderaan yang bersumber dari pemahaman (ihsaasul fikri).

Neoimperialisme AS tidak bisa dilawan hanya dengan merasakannya secara fisik semata. Karena jika kita sedemikian adanya, tetapi masih berpaham laksana penjajah, semua itu hanya akan membuat kita semakin kebal terhadap penjajahan.

Karena itulah, HTI sering menyampaikan bahwa penjajahan kapitalisme berlindung di balik demokrasi. Untuk melawannya, hanya dengan menerapkan syariah Islam secara paripurna dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah bentuk pembelaan HTI terhadap negeri tercinta Indonesia. Wallohu a’lamu bishshowwaab.

Kabar Priangan, 9 November 2015

(Ary Herawan, Ketua DPD II HTI Kota Tasikmalaya)

Jumat, 06 November 2015

Perilaku Erdogan dalam Timbangan Syara

Sebagian orang menduga bahwasanya orang sekuler nomor satu di Turki, Erdogan, memerintah berdasarkan Islam.  Sehingga, penting bagi kita untuk menimbangnya berdasarkan syara, karena ia adalah rujukan tatkala terjadi perselisihan. Allah Swt berfirman :

فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Artinya :
“Kemudian jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul-Nya (As Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (TQS. An Nisa[4] : 59)
Ketika kita mengetahui bahwa ia telah memerintah dengan Islam maka kita akan mencintainya, karena ia telah bersama Allah dan syariat-Nya. Adapun ketika ternyata ia memerintah dengan sekulerisme maka kita akan membencinya dan mengambil pelajaran darinya, karena Rasul yang mulia saw bersabda :

 ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ، أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّار
Artinya :
“Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman : Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya. Jika ia mencintai seseorang, ia tidak mencintainya selain karena Allah semata. Dan, ia benci kepada kekufuran sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al Bukhari dari Anas bin Malik r.a.)

Berikut ini adalah beberapa perilaku Erdogan. Untuk menghukuminya, kita bisa menempatkan timbangan syariat. Apakah berbagai perilaku tersebut islami ataukah murni sekuler.

     1.  Erdogan Menerapkan Sekulerisme dan Tidak Menerapkan Hukum Syara’ :
Bahwasanya sistem pemerintahan Turki merupakan salinan dari sistem pemerintahan Barat, tidak menyimpang sedikitpun darinya. Seluruh lembaga negara tidak mengenal apapun selain undang-undang sekuler. Serta tidak terdapat satu pun undang-undang Erdogan yang berasal dari Islam. Seluruh perundangan tersebut bahkan merupakan bagian dari ideologi sekulerisme dan ideologi Musthafa Kamal, bukan bagian dari hukum Allah.

     2.  Pengkhianatan Erdogan Terhadap Islam dan Urusan Kaum Muslim.
Dengan penerapan sekulerismenya, Erdogan telah memerangi Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Ia menampakkan dirinya sebagai pelindung sekulerisme Turki. Meskipun sebagian kaum fanatik menganggapnya berbaju Islam. Padahal ia secara tegas mengatakan  bahwasanya ia adalah seorang sekuler. Dan yang lebih mengkhawatirkan, jika sebagian orang ikut-ikutan, kemudian mengatakan bahwa Obama telah Islam. Padahal kita tahu bahwa permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslim sangatlah besar ! 

     3.  Erdogan Membunuh Kaum Muslim di Afghanistan, Syam dan Irak.
Tentara Turki telah terlibat dalam pembunuhan penduduk Afghanistan, hingga aspek pertemanan mereka dengan kaum kafir di NATO. Turki telah menjadi komandan NATO sebanyak dua kali, yang terakhir pada era Erdogan. Di mana ia mengumumkan bergabung dengan koalisi salibis di bawah pimpinan Amerika, untuk melakukan pembunuhan terhadap kaum muslim di Irak dan Syam dengan dalih memerangi terorisme (Islam). Mereka membunuhi kaum muslim dengan darah dingin. Padahal Allah Swt berfirman :

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Artinya :
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan adzab yang besar.” (TQS. An Nisa[4] : 93)

     4.  Erdogan Memerangi Islam dan Khilafah
Sesungguhnya Erdogan merupakan penjaga sekulerisme yang terpercaya di Turki, serta kepercayaan para tuan kafir. Ia memerangi para pengemban dakwah dengan seluruh kekuatan dan kekerasan. Bukan karena alasan apapun, selain karena  mereka (para pengemban dakwah, terj) menghendaki Turki kembali sebagaimana pada masa Khilafah, memimpin dunia kembali. Setelah Erdogan bersandiwara untuk konspirasi kaum kafir, menjadi pusat persenjataan mereka untuk memerangi Islam dan kaum muslim. Serta negara lemah yang memohon Eropa untuk memasukannya dalam Uni Eropa sesuai syarat yang mereka inginkan. Lalu Eropa menolak hal tersebut karena memperhitungkan khilafah Utsmaniyyah dengan beribu perhitungan.
Di sinilah dia menjebloskan para syabab Hizbut Tahrir ke pusat-pusat penahanan dan penjara-penjara.  Lalu menetapkan hukum-hukum sekuler yang keras terhadap mereka.

     5.  Erdogan Adalah Antek Amerika di Turki untuk Kekuasaan Amerika.
Aktifitas bantuan Erdogan untuk Amerika adalah nyata. Ia mengamankan sekulerisme dan demokrasinya, serta menerapkannya di Turki dalam seluruh aspek kehidupan. Ia melaksanakan agenda Amerika dan garis-garis kebijakannya dengan teliti. Ia menjaga kepentingan Amerika, serta merasa cemas ketika itu tertimpa bahaya. Amerika menyebut Erdogan sebagai model istimewa bagi penguasa sekuler, dibandingkan para penguasa kaum muslim lainnya. 

     6.  Erdogan dan Hubungan Pertemanannya dengan Intitusi Yahudi
Turki adalah negara pertama yang mengakui institusi Yahudi pada tahun 1948 M, langsung setelah negara-negara Barat. Lalu menjalin hubungan khusus dengannya. Pada Era Erdogan, hubungan tersebut menjadi lebih baik dari sebelumnya. Volume perdagangan antara Erdogan dan institusi Yahudi telah meningkat. Bersama Yahudi, ia pun menjalin hubungan militer dan keamanan, memordenisasi pesawat-pesawat Turki. Padahal intitusi Yahudi tersebut adalah pemerkosa Palestina dan tidak berhenti menumpahkan darah puluhan ribu penduduknya ! Keberadaan duta besar Yahudi di Turki adalah bukti nyata atas hubungan khusus antara teman-temannya. Adapun ucapan-ucapan lisan dan air mata buaya yang dicucurkan Erdogan hanyalah untuk meningkatkan jumlah suaranya dalam pemilu.
 
     7.  Erdogan adalah Teman Setia Musuh Rasulullah Saw.
Rasmusen, Perdana Menteri Denmark, merupakan musuh Allah. Dua kali penghinaan terhadap Rasulullah Saw terjadi pada era pemerintahannya. Pada saat itu, Hizbut Tahrir Denmark mengumpulkan 25.000 tanda tangan untuk diserahkan kepada Kementerian HAM, supaya pelaku penghinaan terhadap Rasulullah Saw dieksekusi sesuai pendapat kaum muslim, karena hukum menghina Rasulullah Saw adalah hukuman mati. Akan tetapi, kementerian menolak itu. Rasmusen pun marah, ia mengirimkan seruan yang ditayangkan melalui televisi, mengundang para jurnalis Eropa untuk menyiapkan penyebaran kartun penghinaan terhadap Rasulullah Saw dengan dalih kebebasan berpendapat yang demokratis. Setelah fase pemerintahannya berakhir di Denmark, karena permusuhannya terhadap Islam seperti Abu Jahal, negara-negara Barat menunjuknya sebagai pemimpin aliansi NATO untuk memerangi kaum muslim sesuai permintaan Barat. Dan kunjungan pertama Si Pendosa itu adalah ke temannya, Erdogan, yang menerimanya dengan penuh kehangatan dan menyenangkan. Padahal, ia adalah pimpinan aliansi NATO yang membunuhi kaum muslim di Afghanistan. 

     8.  Erdogan Memerangi Kegiatan Hizbut Tahrir untuk Membantu Revolusi Suriah
Erdogan dan orang yang di atasnya telah menyerukan perlawanan dan pencegahan terhadap revolusi Suriah, sebagaimana yang dilakukan Iran dan Suriah. Betapapun terdapat  tali dusta yang lemah, ketika ia memerangi kegiatan Hizbut Tahrir untuk membantu revolusi Syam yang diberkati, yakni kegiatan yang menyeru kaum muslim untuk membantu revolusi Suriah dan memperlihatkan kejahatan tirani Si Pendosa Basyar. Berbagai kegiatan itu merupakan kegiatan damai, seperti muktamar, seminar, aksi protes serta unjuk rasa. Erdogan malah menghentikannya dengan berbagai cara. Diketahuilah secara jelas bahwasanya ia memusuhi revolusi Suriah, seperti para penguasa lainnya. Iran berusaha untuk mengaborsi revolusi tersebut. Adapun Erdogan berusaha membelokkan perjalanannya, supaya muncul agen baru untuk tuannya Amerika, pengganti Basyar agen lamanya yang usang. Tatkala Hizbut Tahrir memberikan penjelasan, melalui berbagai kegiatannya, bahwasanya penduduk Syam telah bangkit demi revolusi mereka untuk tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala Minhajin Nubuwwah, Erdogan gelisah sebagaimana para penguasa lainnya. Sehingga ia menjebloskan para syabab ke penjara dan berbagai pusat penahanan. Kemudian menetapkan hukuman sekuler yang keras, seperti penjara 117 tahun terhadap 49 orang syabab. Tidaklah aneh, karena demikianlah sekulerisme dan perundang-undangannya. Karena itulah, bagaimanapun perilakunya tetaplah perilaku para agen.

     9.  Erdogan membuka hotel-hotel dan pinggir pantai bagi kaum Nudis di kota Tatcheh pantai Aegea di Turki pada tahun 2010 M, serta menghadiahi kaum homo (gay) dengan aturan yang bisa melindungi mereka. Tidaklah aneh, karena demikianlah sekulerisme yang disombongkan oleh para pengikutnya. Mereka lupa bahwa seseorang akan dibangkitkan pada hari Kiamat bersama orang yang dicintainya.

  Kesimpulannya, Erdogan adalah antek Amerika dan musuh pahit Islam dan kaum muslim. Memerintah kaum muslim Turki dengan perundang-undangan kufur sekuler, dan ia merupakan orang sekuler kelas utama.

Ditulis untuk Maktab I’lami Hizbut Tahrir
Syayif Syarodi – Yaman

22 Muharram 1437 H
4 November 2015 M


diterjemahkan oleh        : Ary Herawan, 7/11/2015.
Sumber tulisan              : http://www.hizb-ut-tahrir.info/info/index.php/contents/entry_52787   

بسم الله الرحمن الرحيم
أعمال أردوغان في الميزان!!!

لقد توهم بعض الناس أن رجل العلمانية الأول في تركيا أردوغان يحكم بالإسلام، والأصل أن نضع أعماله في ميزان الشرع فهو المرجع عند الاختلاف، قال تعالى ﴿فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً﴾.

وعندها سنعرف هل يحكم بالإسلام فنحبه لأنه مع الله وشريعته أو يحكم بالعلمانية فنكرهه ونتبرأ منه لأن الرسول الأكرم
ﷺ يقول: «ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ، أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ» وهذه بعض أعمال أردوغان نضعها في ميزان الشرع للحكم عليها هل هي إسلامية أم أنها علمانية خالصة.

1- أردوغان يحكم بالعلمانية ولم يطبق حكما شرعيا واحدا:

إن النظام التركي نسخة من النظام الغربي لا يختلف عنه في شيء؛ فجميع مؤسسات الدولة لا تعرف غير قوانين العلمانية ولا يوجد نص واحد في دستور أردوغان من الإسلام حتى القسم عندهم بمبادئ العلمانية ومبادئ "مصطفى كمال" وليس بالله.

2- خيانة أردوغان للإسلام وقضايا المسلمين:

إن أردوغان بتطبيقه للعلمانية يحارب الإسلام في كل مناحي الحياة، وهو يتفاخر بأنه حامي العلمانية في تركيا رغم أن بعض المتعصبين يلبسه ثوب الإسلام وهو يقول بصراحة أنا علماني، وأخشى أن يقلدهم آخرون فيقولون إن أوباما أسلم ونحن نعرف جميعا أنه أكبر عدو للإسلام والمسلمين!

أما قضايا المسلمين فلم ينصر قضية واحدة ولم يطلق رصاصة على اليهود في فلسطين بل لم يقتص للتسعة الأتراك الذين قتلهم اليهود في سفينة الحرية في 2010 وهم في ذمته.

3- أردوغان يقتل المسلمين في أفغانستان والشام والعراق:

لقد شارك جيش تركيا في قتل أهل أفغانستان إلى جانب أصدقائهم الكفار في حلف الناتو وقد تولت تركيا قيادة الناتو مرتين آخرها في عهد أردوغان، وها هو يعلن انضمامه إلى التحالف الصليبي بقيادة أمريكا لقتل المسلمين في العراق والشام بحجة مكافحة الإرهاب (الإسلام) وهم يقتلون المسلمين بدم بارد والله يقول: 
﴿وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا﴾.

4- أردوغان يحارب الإسلام والخلافة:

إن أردوغان حارس أمين للعلمانية في تركيا كما وثق به أسياده الكفار وهو يحارب حملة الدعوة بكل قوة وبكل قساوة لا لشيء إلا أنهم يريدون أن تعود تركيا كما كانت من قبل خلافة تقود الدنيا من جديد بعد أن حولها أردوغان إلى مسرح لتآمر الكفار فيها ومركز تنطلق منها أسلحتهم لحرب الإسلام والمسلمين ودولة ضعيفة تستجدي أوروبا أن تدخل اتحادهم بالشروط التي يريدونها فيرفضون ذلك بعد أن كانوا يحسبون للخلافة العثمانية ألف حساب.

فها هو يزج بشباب حزب التحرير في المعتقلات والسجون ويصدر في حقهم أحكام العلمانية القاسية.

5- أردوغان عميل أمريكي حول تركيا إلى ولاية أمريكية:

إن عمالة أردوغان لأمريكا ظاهرة للعيان فهو يؤمن بعلمانيتها وديمقراطيتها ويطبقها في تركيا في كل مناحي الحياة، وهو ينفذ أجندة أمريكا ومخططاتها بدقة ويحرس مصالحها ويفزع إليها وقت الخطر، وأمريكا تعتبر أردوغان النموذج المتميز للحاكم العلماني لبقية حكام المسلمين، وها هو بأوامر أمريكية يحول تركيا إلى ولاية أمريكية تقيم فيها القواعد العسكرية ومنصة الصواريخ النووية وعددها 90 رأساً نووياً، وكان أول خطاب لأوباما خارج أمريكا من تركيا وبجانبه أردوغان ليرسل رسالة للمسلمين مفادها أن تركيا إحدى الولايات المتحدة الأمريكية.

كما سمحت أمريكا لدول أوروبا أن تقيم قواعد صاروخية في تركيا لمحاربة الخلافة القادمة المرتقب إقامتها في الشام عقر دار الإسلام.

6- أردوغان وعلاقته الحميمة بكيان يهود:

لقد كانت تركيا أول دولة اعترفت بكيان يهود في عام 1948م بعد الدول الغربية مباشرة وأقامت معها علاقة متميزة، أما في عهد أردوغان فقد أصبحت أحسن من ذي قبل، فقد زاد حجم التبادل التجاري بين أردوغان وصديقته دولة يهود وأقام معها العلاقات العسكرية والأمنية وقام كيان يهود بتحديث الطائرات التركية وكأن اليهود غير مغتصبين لفلسطين ولم يسفكوا دماء عشرات الآلاف من أبنائها! وسفارة كيان يهود في تركيا شاهدة على العلاقة المتميزة بين الصديقين، أما الملاسنات الكلامية ودموع التماسيح التي يذرفها أردوغان فهي فقط لرفع رصيده الانتخابي.

7- أردوغان صديق حميم لأعداء رسول الله
ﷺ:

عدو الله رسموسان كان رئيس الوزراء للدنمارك وقد حدثت الإساءتين للرسول
ﷺ في فترة حكمه 2006م و2008م وعندما قام حزب التحرير في الدنمارك بجمع 25000 توقيع من أجل تقديمها لوزارة حقوق الإنسان لتقديم المسيء للرسول ﷺ لإعدامه من قبل المسلمين لأن حكم من أساء للرسول ﷺ هو القتل مباشرة، لكن الوزارة رفضت ذلك وغضب رسموسان ووجه خطاباً متلفزاً يدعو الصحف الأوروبية لإعادة نشر الرسوم المسيئة للرسول ﷺ بدعوى حرية الرأي الديمقراطية، وعندما انتهت فترة حكمه للدنمارك عينته الدول الغربية لأنه أشد عداوة للإسلام من أبو جهل رئيساً لحلف الناتو ليقتل المسلمين حسب الطلب الغربي، وكانت أول زيارة لهذا المجرم هي لصديقه الحميم أردوغان الذي استقبله استقبالاً حاراً وهنأه على رئاسة حلف الناتو الذي يقتل المسلمين في أفغانستان.

8- أردوغان يحارب أنشطة حزب التحرير المناصرة للثورة السورية:

لقد ادعى أردوغان وقوفه إلى جانب الثورة السورية كما ادعت إيران وسوريا المقاومة والممانعة، ولكن حبل الكذب قصير وإذا به يحارب أنشطة حزب التحرير المناصرة لثورة الشام المباركة وهي أنشطة تدعو المسلمين لمناصرة ثورة سوريا وتبرز جرائم الطاغية المجرم بشار، وهي أعمال سلمية مثل المؤتمرات والندوات والوقفات الاحتجاجية والمسيرات، لكن أردوغان وقف لها بالمرصاد فعرف الأتراك أنه عدو للثورة السورية كبقية الحكام فإيران تسعى إلى إجهاض الثورة وأردغان يسعى إلى حرف مسارها لإيجاد عميل جديد لسيدته أمريكا بديل لعميلها القديم المحروق بشار، فلما بين حزب التحرير من خلال الأنشطة أن أهل الشام قاموا بثورتهم من أجل إقامة الخلافة الراشدة على منهاج النبوة انزعج أردوغان كسائر الحكام فزج بالشباب في السجون والمعتقلات وأصدر في حقهم الأحكام القاسية مثل السجن 117 عاماً لـ49 من الشباب، ولا غرابة فهذه هي العلمانية وهذه قوانينها ومع ذلك فالأنشطة مستمرة مهما فعل العملاء.

9- أردوغان يفتتح فنادق وشاطئ للعراة في مدينة طاتشه على بحر إيجة في تركيا عام 2010م ويمنح الشواذ (المثليين) قوانين تحميهم، ولا غرابة فهذه هي علمانيته التي يفتخر به الإخوان ونسوا أن المرء يحشر يوم القيامة مع من يحب.

والخلاصة هي أن أردوغان عميل أمريكي وعدو لدود للإسلام والمسلمين ويحكم المسلمين في تركيا بقوانين الكفر العلمانية فهو علماني من الطراز الأول.


كتبه للمكتب الإعلامي المركزي لحزب التحرير
شايف الشرادي - اليمن





22 من محرم 1437
الموافق 2015/11/04م




Kamis, 05 November 2015

Organ-organ Tubuh yang Protes

"Organ-organ tubuh protes, mereka butuh istirahat," kata dokter Tatan. Dokter yang kutemui pagi ini di tempat prakteknya. Selama dua minggu ini aku memang merasakan kondisi badan yang kurang fit, mudah lelah, sering ngantuk dan ada rasa terbakar di mulut. Produktifitas aktifitas pun menjadi menurun. Sadar diri akan hal ini, konsultasi ke dokter adalah alternatif solusinya.

"Tubuh manusia itu unik, ia selalu memberi sinyal," jelas pak Dokter. "Setiap butuh asupan makanan, timbul rasa lapar. Ketika butuh minuman, muncul rasa haus. Begitupun tatkala butuh tidur, tubuh mengirimkan sinyal kantuk." Lanjutnya. Penjelasan ini mengingatkanku pada kebutuhan fisik (Al Hajah Al Udlwiyyah). Salah satu potensi manusia yang diberikan oleh Sang Pencipta. Potensi tubuh ini memaksa manusia untuk makan, minum dan istirahat. Bila tidak dilayani, ia akan protes dan mengantarkan pada rasa sakit. Inilah mungkin yang dilakukan organ-organ tubuhku kini, pikirku.

"Karena itulah tatkala tubuh meminta, jangan telat minum, makan dan tidur," pesan Sang Dokter yang terkenal ramah itu, kepadaku pagi tadi. Belakangan ini, aku memang tidak pernah menunda makan jika lapar. Tetapi kuakui, jika minum air putih dan istirahat sering kutunda. Mungkin inilah yang membuat metabolisme tubuh menjadi kurang seimbang. Karena, ia juga menekankan kepadaku bahwa air putih sangat penting untuk membuang racun-racun dalam tubuh. Gangguan metabolisme inilah yang mengirim sinyal rasa pahit ke mulut. Mau makan dan minum yang manis pun, mulut tetap terasa pahit.

"Kita ikhtiar dulu dengan obat ya?" Tanyanya padaku. Aku tahu, ini hanyalah pertanyaan retoris yang tidak perlu untuk dijawab. Karena yang penting adalah kalimat berikutnya. Ia berkata, "semoga Allah Swt memberikan kesembuhan. Aamiin." Inilah yang penting. Allah Swt -lah pemilik raga ini dan kepadaNya-lah kita serahkan semuanya, karena manusia hidup hanya untuk mengabdi pada-Nya.

Membuat tulisan ini, saya teringat sosok Ustadz Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia. Pasca sakit jantung yang -secara medis- hampir merenggut nyawa beliau, tulisannya yang berjudul "Lelaki Bercincin" langsung muncul di media. Pikirku, kapan beliau menulisnya. Teringat pula akan sosok ulama produktif Syaikh Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah. Kata guruku, Syaikh Ibnu Qoyyim biasa menulis sambil duduk. Ketika beliau merasakan pegal, beliau lalu menulis sambil berdiri. Tatkala lelah menulis sambil berdiri, beliau pun menulis sambil berbaring. Karena itulah, di tengah protesnya organ-organ tubuhku, aku pun menyusun tulisan ini sembari berbaring.

Lelah itu pasti, karena di dunia tempat lelah. Sakit itu ketetapan Allah Swt, kita tak bisa melawannya. Tetapi menyikapi sakit dalam memperjuangkan cita-cita, itu adalah pilihan. Dan pilihanku adalah di sini. Tetap belajar, beramal dan berbagi hingga ajal tiba. Semoga.

(Ary Herawan, 24 Muharam 1437 H)

Kanal-kanal Sekulerisme

Kebangkitan Islam yg hakiki (khilafah Islamiyyah) semakin tak tertahankan. AS menggunakan 'jurus mabuk'. Berbagai cara dilakukan dari mulai stigmatisasi gerakan Islam dan terorisasi, sampai me'lunak'kan ide-ide Islam untuk melanggengkan penjajahannya.

Termasuk juga membuat kanal-kanal utk mengalirkan semangat kaum muslim yg semakin menggebu. Sekulerisme bagaikan benteng yg sudah tidak mampu lagi menahan dorongan kaum muslim untuk menuju Khilafah Islamiyyah, karena itu AS mmbuat kanal-kanal kecil untuk mengalirkan dorongan perubahan tersebut, supaya hantaman trhadap benteng sekulerisme melemah.

Di antara langkah yg dilakukan AS adalah,  memunculkan khilafah palsu dan mendukung rezim (penguasa) muslim yg secara nyata tidak menerapkan Islam scara kaffah, spaya terlihat hebat dan mantap, bagaikan Iran dulu pasca revolusi putih. Sehingga kaum muslim merasa sudah ada kebangkitan, dan terbelokkan dari jalan lurus. Padahal pada intinya sistem dan cara berpikir yg dipakai tetaplah sistem dan cara berpikir penjajah. Jika demikian, maka jadilah kaum terjajah yg tidak sadar sedang dijajah.

Itulah kanal-kanal sekulerisme. Tetapi, sebanyak apapun kanal sekulerisme yang dibuat AS, tidak akan pernah menghentikan kebangkitan Islam yang hakiki, karena itu merupakan janji Allah Swt yang pasti.

wallohu a'lamu bishshowwaab.

(Ary Herawan, 23 Muharam 1437 H)

Selasa, 03 November 2015

Jejak Maksiat

Itu, iya benar itu,
sungguh mataku melihat
Masih berjejak
dalam ingat
jalan ini penuh jejak maksiat

halal - haram kupaham
bebal diri betah berkubang dosa

Kembali kususuri jalan ini
Menghapus jejak demi jejak
Kubangan pekat lumpur maksiat
Bekas pekat masih berbayang
ia tetap berbekas

tertinggal satu harap,
taat menghapus jejak maksiat
"OH, JANGAAAN !!"
lisan ini berucap nanti, "Aduh, seandainya aku tak menerima catatan amalku ini"
sesal yang tiada berarti

(Ary Herawan, 22 Muharam 1437 H)

Kuatkan hamba...

peluh lelah bercucur keringat
mata sayu berkantuk berat
badan bertahan dalam penat
konsisten beda dengan pilihan dalam berat

Wahai..Sang Pemilik alam raya
merangkak ku apa daya
berlari ku kejar cita
berjuang hingga ajal tiba

bukan rayuku Kau ambil beban
tapi pintaku Kau kuatkan

(Ary Herawan, 22 Muharram 1437 H)



#SECERCAH HIDAYAH DI SURAU SEKOLAH#3

(Cerita Fiksi)
#SECERCAH HIDAYAH DI SURAU SEKOLAH#3
Ajakan yang Menggelisahkan bag. 2

Semakin malam suara detak jam dinding semakin jelas terdengar. Kedua mata Dadan tetap saja sulit terpejam.  Padahal sudah berkali-kali ronda berkeliling seraya memukul kentongan, pertanda malam sudah sangat larut.
                "Duh ! Mengapa mata ini sulit sekali terpejam?" Ujarnya dalam hati. Semakin ia memejamkan matanya, pikirannya malah semakin terjaga.
                "Perutku begah lagi, ga enak begini. Apa karena Nasi Padang yang ku santap tadi siang ya?" Ia terus bertanya-tanya.
                Padahal ia sering menyantap Nasi Padang kesukaannya, perutnya belum pernah bermasalah karenanya. Pikirannya terus berkecamuk. Ia berbalik badan seraya memeluk gulingnya. Kakinya terasa pegal, gelisah tak karuan rasanya. Diluruskan ga enak, ditekuk pun ga nyaman. Ia pun mencoba membalik bantalnya, tetap saja tak dapat terlelap.
                "Aduh bagaimana ini, mana esok harus masuk sekolah lagi", gerutunya. "Apa aku tegang karena undangan acara pengajian Rohis itu ya?" Ingatnya.
                 “Kalau begitu, besok aku harus kabur duluan ah,“ gumam Dadan. “Lagian acaranya juga dimulai sehabis Dzuhur.” tambahnya.
                Lama kelamaan hati Dadan pun menjadi tenang. Ia pun tertidur setelah lewat jam satu dini hari.
---------------------------
                Tidak pagi ini saja Dadan bangun kesiangan. Jika ada siaran langsung klub sepak bola kesayangannya pun, ia sering begadang. Karena itulah, ia sudah lihai mengatasinya. Ia tidak mandi, tetapi hanya mencuci muka, tangan dan kakinya. Kemudian sedikit mencuci ketiaknya dengan sabun mandi. Langsung berseragam lalu mengayuh sepedanya menuju sekolah.
                Selama di sekolah, Dadan menghindari pembicaraan dengan Arif. Sampai tibalah jam pelajaran ke enam, menjelang istirahat kedua. Dadan terus saja membolak-balikan pulpen yang dipegangnya. Posisi duduknya pun terus berganti miring kanan dan kiri, ia berharap ingin segera meninggalkan sekolah.
                “Duh, tumben ini Bu Lina, biasanya dia selesai sebelum bel istirahat berbunyi,” keluhnya dalam hati. Biasanya, Bu Lina bahasa Indonesia memang keluar kelas lebih cepat dari waktu istirahat. Tetapi, tidak demikian dengan hari ini.
                “Teeet ! Saatnya istirahat kedua !” Bel SMA Sambongpari pun berbunyi.
                Riuh respon para siswa mendengar bel istirahat, membuat suara Bu Lina semakin tidak terdengar. Bu Lina hanya tersenyum. Seraya membereskan bukunya, ia pun berpesan, “Anak-anak, dikarenakan Bapak dan Ibu Guru ada rapat persiapan UTS, maka pembelajaran hari ini dilanjutkan di rumah ya..!”
                “HOREEE ! ASYIIK !” hampir semua siswa berteriak kegirangan. Namun tak demikian dengan Dadan. Ia melirik ke arah Arif, ia ingin memastikan Arif tidak memperhatikannya.
                “Sebentar....sebentar dulu anak-anak, “ Bu Lina mulai agak berteriak di tengah kegaduhan para siswa yang kegirangan.  “Dengarkan dulu!” Ucapnya seraya memberi isyarat dengan kedua tanganya. “Hari ini ada pengajian Rohis. Bagi kalian yang ada waktu, Ibu berharap kalian bisa mengikutinya, “ ajak Bu Lina.
                “Tuh ketua Rohisnya saja ada di sini,” kata Bu Lina seraya menunjuk Arif.
                Semua siswa memandang Arif. Merasa menjadi pusat perhatian, Arif hanya tersenyum. Tetapi, tidak demikian dengan Dadan, ia malah semakin menundukkan pandangannya ke arah meja yang ada persis di depannya. Seakan pura-pura tidak mendengar perkataan Bu Lina.            
                 “Terima kasih atas perhatian dan partisipasi kalian dalam pembelajaran, mohon maaf bila ada salah, ketemu lagi minggu depan,“ ucap Bu Lina seraya menatap seisi kelas. Setelah mengucapkan salam, beliau pun keluar meninggalkan kelas.
                Para siswa berhamburan keluar kelas. Dadan tetap duduk terdiam di kursinya, ia memperhatikan Arif yang terlihat buru-buru meninggalkan ruangan. “Aku beruntung, Arif pergi duluan,“ gumamnya.
                Dadan tersenyum kegirangan, wajahnya cerah dengan mata berbinar senang. Seakan terlepas dari beban yang sedari kemarin menggelayuti pikirannya. Sebagaimana biasanya, Dadan langsung menuju halaman sebelah barat sekolahnya. Ia segera mendorong sepedanya menuju gerbang sekolah. Wajahnya terus saja lurus ke arah gerbang. Entah kenapa, gerbang yang hanya berjarak 50 meteran dari halaman barat sekolahnya, kali ini terasa sangat jauh. Matanya hanya fokus memandang gerbang yang ditujunya. Ia tak memperhatikan setiap orang yang berpapasan dengannya.
“Dan, mau kemana?” Tiba-tiba terdengar seseorang menyapanya. Bagaikan disambar geledek di siang bolong. Dadan sungguh mengenali suara tersebut, yang tiada lain adalah Arif. Terlihatlah Arif sedang mengangkut meja persis di hadapannya.
Dadan belum sempat menjawab, namun Arif bertanya lagi, “Katanya mau ikut pengajian?”
                Saking malunya, ingin sekali Dadan menutupi seluruh wajahnya dengan tas bututnya. Atau ia kabur melaju sepedanya dengan kecepatan 100 km per jam. Kabur seketika dari tempat itu. Wajah Dadan memerah, mulutnya terkatup di antara senyum yang tertahan.
                “Eh..., Arif...,” Jawab Dadan. “Ini, Ayahku memintaku untuk langsung pulang,“ Kilah Dadan. Ia berbohong untuk menutupi ingkar janjinya. Padahal tak sedikit pun Ayah berpesan kepadanya untuk segera pulang.
                Arif sangat mengerti kecanggungan temannya. Meskipun temannya telah terbukti mengingkari janjinya, tak sedikit pun ia menampakkan kekecewaan di wajahnya. Ia tetap tersenyum, dengan keringat mengucur dari kedua dahinya.
“Oh gitu, sayang sekali ya...” Jawab Arif seraya menurunkan meja dari atas pundaknya.
                “Padahal pengajiannya tidak akan  lama kok, paling juga maksimal sekitar 1 jam-an,” jelas Arif.
                Dadan diam sejenak, kemudian berkata, “Duh gimana ya Rif, kasihan ayahku, nanti ia ga ada yang bantu.” Dadan sangat berharap, alasan membantu ayah pasti bisa meluluhkan hati Arif. Padahal, dari sejak ayahnya membuka usaha cuci motor, ia tak pernah membantunya sama sekali.
                 “Iya ya..., kasihan juga beliau,” Jawab Arif.
                Meskipun ada keraguan dan ketidaktegaan di hati Dadan saat mendengar respon Arif, tetapi ia merasa senang. Pikirnya, ia telah sukses mengelabui temannya. 
“Iya Rif, kasihan ayahku, mungkin lain kali ya..?” kata Dadan.
                 “Iya deh ga apa-apa Dan, lain kali saja,“ Jawab Arif. “Hati-hati di jalan Dan, santai saja bawa sepedanya!” lanjut Arif.
                Arif menyodorkan tangan kanannya, mengajak Dadan bersalaman. Seranya berkata, “Salam ya untuk ayahmu. Semoga kita bisa menjadi amal jariyah untuk kedua orang tua kita, Assalamu’alaikum!”
Dadan menepis semua keraguannya. Seraya menjawab, “wa ‘alaikum salam...”, sambil menyambut tangan Arif yang sudah menunggu.
“Maksud perkataanmu barusan apa ya Rif?” Tanya Dadan sebelum melepaskan tangan temannya. Sepertinya ada sesuatu yang membuat ia penasaran.
                “Perkataanku yang mana?” Arif malah balik bertanya.
“Itu tuh menjadi amal jariyah untuk orang tua kita?” jawab Dadan.
                “Oh itu, maksudku adalah menjadi anak shalih yang selalu mendo’akan orang tua kita,“ Jawab Arif.
Arif terdiam sejenak, kemudian melanjutkan penjelasannya.
“Amal jariyah itu adalah amal yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun orangnya sudah wafat sekalipun. Amal jariyah ada tiga, ilmu yang bermanfaat, shadaqoh jariyah dan anak shalih yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya.” Jelas Arif.
“Kita sama-sama tahu diri. Sebagai anak, tentu kita belum dan bahkan tidak bisa membalas semua pengorbanan orang tua kita.” sambungnya.
                Dadan mulai menyimak penjelasan Arif dengan seksama. “Lalu, dengan apa kita membalas mereka Rif?” Dadan semakin penasaran.
                “Tentunya, dengan menjadi anak shalih yang selalu mendo’akan mereka,” jawab Arif dengan mantap.
                “Bagaimana caranya itu Rif?” Dadan bertanya lagi.
                Arif tidak langsung menjawab pertanyaan Dadan. Ia pun melepaskan jabatan tangannya, kemudian merangkul bahu Dadan seraya menepuknya pelan. Kemudian menatap wajah Dadan dengan penuh senyuman.
Arif lalu berkata,“InsyaAllah, caranya dengan kita  taat sepenuhnya kepada Allah. Kemudian berdo’a memintakan ampunan dan kebaikan untuk kedua orang tua kita.”
                Dadan pun diam termenung, apa yang disampaikan Arif ini seolah baru saja ia dengar. Selama ini ia hanya berpikir bahwa hanya uanglah yang dapat membalas setiap pengorbanan orang tuanya. Karena itulah, ia bermimpi bisa kerja di tempat yang enak dengan gaji yang tinggi. Kemudian, ia bahagiakan ayahnya yang setiap hari membanting tulang untuknya.
“Sudah dulu ya Dan, kasihan ayahmu di rumah menunggu.” ucap Arif memecah kesunyian. “Jangan lupa, salam buat ayahmu ya..., nanti kapan-kapan aku mampir ke rumahmu, “ lanjutnya.
                “Eh iya Rif, makasih ya atas ilmunya,” jawab Dadan.
                Arif tersenyum, lalu berkata, “iya, sama-sama, assalamu’alaikum...”.
Setelah mengucapkan salam yang kedua kalinya, Arif langsung mengangkat kembali meja yang tadi ia turunkan sejenak.  
                “Wa ‘alaikum salam..”, Jawab Dadan seraya menatap Arif yang pergi meninggalkannya.
Dadan pun mengayuh sepedanya menjauhi gerbang sekolah.
                Sepanjang perjalanan Dadan terus saja berpikir, ada sesuatu yang mengusik pikirannya.
                “Arif...Arif, sungguh polos sekali sikapmu,“ Gumam Dadan. “Tetapi, mengapa aku mesti berdusta ya?” Dadan bertanya berkali-kali di dalam hati.
Di tengah kayuhan sepedanya, hati Dadan terus saja dipenuhi pertanyaan atas sikap dirinya sendiri. Sampai-sampai terbersit sebuah pertanyaan, sampai kapan ia akan menghindari ajakan Arif. Padahal selama ini ia sering merasakan kegelisahan dalam hidupnya. Pikirannya terus saja menerawang. hingga ia tak lagi fokus ke jalan yang sedang dilaluinya.
“TEET !” Sebuah klakson mobil mengagetkannya. “Sialan Lu ! Naik sepeda makin ke tengah saja!” umpat pengemudi mobil truk tak bermuatan yang melaju kencang.
Dadan sungguh kaget, sepeda yang dinaikinya langsung oleng ke arah selokan pinggir jalan. Tapi, untung saja ia masih bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Jantung Dadan berdegup kencang, wajahnya putih memucat pasi seakan darah di wajahnya hilang menguap. Sungguh ngeri membayangkan jika dirinya tersenggol truk yang melaju kencang tadi.  
Dadan diam sebentar, ia masih memegang sepedanya. Termenung di pinggir jalan, ia semakin teringat setiap perkataan Arif. Bagaikan menyusun puzzle, pikirannya menyusun setiap langkah perjalanan hidupnya. Dadan terus saja berpikir.
“Selama ini aku selalu merepotkan orang tuaku,” pikirnya.
“Bagaimana aku bisa beramal jariyah untuk mereka, sedangkan aku selalu menjauhi agama?” Tanyanya dalam hati.
Susunan puzzle pengalaman hidupnya ia susun dalam benak. Termasuk kejadian yang barusan hampir mencelakainya. Lalu, ia berkata, “Aku harus berubah! Kapan lagi jika bukan sekarang, mumpung aku belum mati !”
Di tengah perhentiannya itu, Dadan lalu memutar sepedanya kembali ke arah sekolah. Seraya berucap mantap, “Bismillah!”

-------------------------------------