Siapapun yang tak mengenal tuhannya, ia tidak akan mengenal dirinya. Begitu pula ketika seseorang tak mengenal orientasi hidupnya, ia akan kehilangan arah hidupnya dan terombang-ambing menjadi sampah peradaban. Terhempas arus ke sana ke mari, kemana angin bertiup ke sanalah ia akan berlabuh. Tak punya kendali dan peta hidup, ke manakah biduknya akan ia labuhkan. Karena itulah, kita harus menghindarkan anak-anak kita dari bahaya krisis identitas seraya memiliki orientasi hidup yang jelas.
Agar anak-anak kita memiliki #orientasi_hidup, ada 3 langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua, yaitu:
#Pertama, berikanlah kasih sayang terlebih dahulu.
Sempatkan waktu untuk bercanda bersama mereka. Sehingga mereka memahami bahwa kita menyayangi mereka. Sebagaimana Rasulullah Saw pun mencurahkan kasih sayang terhadap anak-anak.
#Kedua, rangsang mereka untuk berpikir.
Ajaklah mereka untuk melihat kenyataan dunia. Rangsanglah mereka untuk ikut andil memberikan solusi. Arahkan mereka untuk memberikan solusi berdasarkan daya penggerak yang bersifat ruhani dan bukan semata bersifat pragmatis materialistis.
#Ketiga, agar visioner rangsanglah mereka agar menjadi manusia idealis.
Agar idealisme mereka tak membuatnya menarik diri dari kehidupan, kita perlu mengajak mereka mendiskusikan fakta atau realitas yang ada. Ajaklah mereka untuk berpikir bahwa hukum Allah Swt atasnya tak berubah sedikit pun. Hukum Allah adalah solusi semua masalah hidup manusia, dan penerapan seluruh hukum-Nya akan menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Dengan demikian, anak-anak kita akan mengenal dirinya sebagai #hambaAllah dan akan terhindar dari #krisis_identitas. Wallahu a'lamu bishshawwaab.

