Minggu, 23 Oktober 2016

"Di Manakah Bendera Rasul?"

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ –صلعم- كَانَتْ رَايَتُهُ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

Rayahnya (panji peperangan) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa-nya) berwarna putih. (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)

Di pagi yang cerah, Watsiq (4th) asyik menatap atlas dunia yang baru dipampang umminya di dinding ruang tamu. Seluruh gambar ia amati dengan seksama. Mulai dari lokasi Indonesia hingga Amerika ia tanyakan. Yang berkali-kali ia tanyakan adalah lokasi Amerika Selatan. Lalu, ia pun beralih ke bagian sisi-sisinya.
"Ini bendera apa Bi?" Ia pun menunjuk ke salah satu bendera negara.
Abinya pun menjawab satu persatu pertanyaan Watsiq. Tentunya setelah membaca nama negara yang tertulis di bawah bendera. Maklum, tak semua warna dan gambar bendera negara dihapal oleh abinya. Misalnya seperti bendera negara Cyprus.
"Kalau bendera Amerika, mana Bi?" Watsiq mengganti pertanyaannya.
"Kalau bendera China, mana Bi?" Ia bertanya setelah tetehnya ikut nimbrung dan menanyakan bendera China.
"Ini nih, sekarang bukan China lagi, sudah ganti nama jadi Tiongkok", jawab Abi.
"Kalau bendera Rasul, mana Bi?" Tanya Watsiq kembali.
Abi yang sedang sibuk mengabadikan momen, tidak segera menjawabnya.
"Bendera Rasul, mana Bi?" Ia bertanya kembali dengan nada yang tidak sabar.
Abi pun langsung menyimpan hpnya, demi menjawab pertanyaan Watsiq yang membutuhkan jawaban lengkap, sesuai usianya.
Seraya memutarkan tangannya di sekitar Asia, Afrika dan sebagian Eropa, abi berkata, "Bendera Rasul itu tadinya tertancap di semua wilayah ini, Nak."
"Setelah penjajah menguasai negeri-negeri ini, bergantilah bendera Rasul itu dengan bermacam-macam bendera."
"Karena itu, Ade-lah nanti yang berjuang untuk mengembalikan bendera Rasul"
Mendengar penjelasan Abi, Watsiq langsung bertanya lagi.
"Emang ada Bi, anak kecil yang berjuang?" Tanyanya.
Ummi yang sedari tadi memperhatikan tanya jawab Abi dan putranya, langsung menimpali.
"Ada Nak, di Palestina banyak anak-anak yang berjuang untuk Islam."
"Ade mau ke Palestina Bi, Ade mau ikut berjuang," ujar Watsiq dengan semangat.
"Akan ada masanya nanti Nak, saat kita kembali membebaskan Palestina," jelas Abi. Belum selesai Abi bicara, Watsiq langsung protes.
"Tapi, Ade mau bendera Rasul. Pokoknya Ade mau bendera Rasul!" Seraya ia berlari menjauh sebagai tanda protes.
"Ya sudah, ntar Abi printkan dulu ya," jelas Abi.
Abi pun langsung membuka netbooknya, googling mencari image Al Liwa dan Ar Royah. Watsiq pun dengan aktif memilih gambar yang ditampilkan oleh mesin pencari.
Watsiq memilih empat gambar, ternyata ia suka dengan gambar Al Liwa dan Ar Royah yang sedang diangkat dan berkibar, serta yang sedang di pertempuran. Setelah diprint, ia langsung menghampiri umminya untuk menempelkan 4 gambar bendera Rasulullah di samping atlas dunia.
Melihatnya, abi bergumam dalam hati. Mengucap do'a, semoga Watsiq menjadi pembela Islam yang terpercaya. Masuk dalam barisan mujahid yang mengangkat kembali panji Rasulullah Saw. Aamiin. (Ary H.)

#MadrasahRumah
#HSBAJannaty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar