أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ –صلعم- كَانَتْ رَايَتُهُ سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ
Rayahnya (panji peperangan) Rasul saw berwarna hitam, sedangkan benderanya (liwa-nya) berwarna putih. (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)
Di pagi yang cerah, Watsiq (4th) asyik menatap atlas dunia yang baru
dipampang umminya di dinding ruang tamu. Seluruh gambar ia amati dengan
seksama. Mulai dari lokasi Indonesia hingga Amerika ia tanyakan. Yang
berkali-kali ia tanyakan adalah lokasi Amerika Selatan. Lalu, ia pun beralih ke
bagian sisi-sisinya.
"Ini bendera apa Bi?" Ia pun menunjuk ke salah
satu bendera negara.
Abinya pun menjawab satu persatu pertanyaan Watsiq. Tentunya setelah
membaca nama negara yang tertulis di bawah bendera. Maklum, tak semua warna dan
gambar bendera negara dihapal oleh abinya. Misalnya seperti bendera negara Cyprus.
"Kalau bendera Amerika, mana Bi?" Watsiq
mengganti pertanyaannya.
"Kalau bendera China, mana Bi?" Ia bertanya setelah
tetehnya ikut nimbrung dan menanyakan bendera China.
"Ini nih, sekarang bukan China lagi, sudah ganti
nama jadi Tiongkok", jawab Abi.
"Kalau bendera Rasul, mana Bi?" Tanya Watsiq
kembali.
Abi yang sedang sibuk mengabadikan momen, tidak segera menjawabnya.
"Bendera Rasul, mana Bi?" Ia bertanya kembali
dengan nada yang tidak sabar.
Abi pun langsung menyimpan hpnya, demi menjawab pertanyaan Watsiq
yang membutuhkan jawaban lengkap, sesuai usianya.
Seraya memutarkan tangannya di sekitar Asia, Afrika dan sebagian Eropa,
abi berkata, "Bendera Rasul itu tadinya tertancap di semua wilayah ini,
Nak."
"Setelah penjajah menguasai negeri-negeri ini, bergantilah bendera Rasul
itu dengan bermacam-macam bendera."
"Karena itu, Ade-lah nanti yang berjuang untuk
mengembalikan bendera Rasul"
Mendengar penjelasan Abi, Watsiq langsung bertanya lagi.
"Emang ada Bi, anak kecil yang berjuang?"
Tanyanya.
Ummi yang sedari tadi memperhatikan tanya jawab Abi dan putranya, langsung
menimpali.
"Ada Nak, di Palestina banyak anak-anak yang
berjuang untuk Islam."
"Ade mau ke Palestina Bi, Ade mau ikut berjuang,"
ujar Watsiq dengan semangat.
"Akan ada masanya nanti Nak, saat kita kembali
membebaskan Palestina," jelas Abi. Belum selesai Abi bicara, Watsiq
langsung protes.
"Tapi, Ade mau bendera Rasul. Pokoknya Ade mau
bendera Rasul!" Seraya ia berlari menjauh sebagai tanda protes.
"Ya sudah, ntar Abi printkan dulu ya," jelas Abi.
Abi pun langsung membuka netbooknya, googling mencari image Al Liwa
dan Ar Royah. Watsiq pun dengan aktif memilih gambar yang ditampilkan oleh
mesin pencari.
Watsiq memilih empat gambar, ternyata ia suka dengan gambar Al Liwa
dan Ar Royah yang sedang diangkat dan berkibar, serta yang sedang di
pertempuran. Setelah diprint, ia langsung menghampiri umminya untuk
menempelkan 4 gambar bendera Rasulullah di samping atlas dunia.
Melihatnya, abi bergumam dalam hati. Mengucap do'a, semoga Watsiq
menjadi pembela Islam yang terpercaya. Masuk dalam barisan mujahid yang mengangkat
kembali panji Rasulullah Saw. Aamiin. (Ary
H.)
#MadrasahRumah
#HSBAJannaty

Tidak ada komentar:
Posting Komentar