Selasa, 03 November 2015

Jejak Maksiat

Itu, iya benar itu,
sungguh mataku melihat
Masih berjejak
dalam ingat
jalan ini penuh jejak maksiat

halal - haram kupaham
bebal diri betah berkubang dosa

Kembali kususuri jalan ini
Menghapus jejak demi jejak
Kubangan pekat lumpur maksiat
Bekas pekat masih berbayang
ia tetap berbekas

tertinggal satu harap,
taat menghapus jejak maksiat
"OH, JANGAAAN !!"
lisan ini berucap nanti, "Aduh, seandainya aku tak menerima catatan amalku ini"
sesal yang tiada berarti

(Ary Herawan, 22 Muharam 1437 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar