Nak, engkau adalah santri. Meskipun masih sedang belajar untuk menjadi orang yang memahami serta mengamalkan agama.
Entah di hari ini engkau sedang berbahagia atau tidak, namun orang menyebutmu santri. Engkau merupakan bagian dari komunitas masyarakat yang dianggap lebih paham terhadap agama dibandingkan yang lainnya.
Karena itulah Nak, di pundakmu tersimpan tanggung jawab. Bukan hanya terhadap masyarakat yang menanti kiprahmu, namun lebih dari itu yakni terhadap Rabb semesta alam. Amat besar kebencian di sisi-Nya, jika ilmumu hanya engkau ucapkan semata, tanpa pengamalan.
Sejak ayah mendidikmu dalam kemandirian untuk belajar di pesantren, engkau menyandang gelar tersebut, santri. Sejak itu pula tak ada tugas utamamu selain mempelajari Islam, mengamalkannya, mengajarkannya serta mendakwahkannya. Meskipun sebenarnya, hal tersebut merupakan kewajiban setiap mukmin apapun profesinya.
Tak perlu silau dengan dunia. Biarlah ia tetap di tanganmu jangan kau taruh di hatimu. Tanamkan bahwa engkau adalah pendidik keluarga dan masyarakat. Engkau hanya mendidik mereka dengan Islam, bukan dengan yang lain.
Tetapkan karir hidupmu menembus sekat batas fana dunia. Biarkan ia berpijak pada kehidupan sebelum dunia, serta terhubung dengan kehidupan setelah dunia. Tempatkan kriteria suksesmu laksana Bunda Khadijah r.a., Aisyah r.a., Fathimah r.a., atau Asma r.a., serta para muslimah pendidik terbaik dalam Islam.
Di hari santri-mu ini, semoga engkau sedang mengaji dan bukan sedang bernyanyi; semoga engkau sedang menghapal hadits dan bukan sedang terlena dalam hura; semoga engkau sedang bershalawat dan bukan sedang berikhthilat; semoga engkau selalu tegar dan tak mudah tergiur dollar.
Bertawakkallah kepada Allah Swt. Sebakda shalat, ayah selalu berdo'a untukmu. Tetaplah istiqomah putriku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar