Nak, hari ini engkau masih kecil dan menyaksikan. Bagaimana tercabik-cabiknya persaudaraan umat Islam. Umat Islam suatu bangsa seolah dilarang peduli terhadap umat Islam bangsa lainnya. Kita dipenjara oleh sekat-sekat semu yang sangat subjektif.
Sekat semu itu rapat dan kuat ketika umat Islam ingin saling peduli sesamanya, namun longgar dan sangat fleksibel terhadap selainnya.
Sekat-sekat semu itu seolah penentu surga dan nerakanya seseorang. Seolah nanti di akhirat kita akan dihisab berdasarkan sekat-sekat semu tersebut. Sekat semu yang memenjara, yang membuat tubuh umat Islam mati rasa.
Nak, di masamu kelak. Umat Islam akan bersatu sebagaimana persatuan kaum Aus dan Khazraj; umat Islam akan saling bantu sebagaimana kaum Muhajirin dan Anshar; umat Islam akan bersaudara sebagaimana teguhnya persaudaraan Bani Hasyim dan Bani Umayah.
Di masamu itulah umat Islam benar-benar dipersatukan oleh tali agama Allah, yakni Al Quran. Persatuan hakiki umat Islam, ketika syariah Islam menjadi panduan dan keputusan seorang khalifah menjadi pengangkat setiap perselisihan.
Nak, persiapkanlah dirimu dengan ilmu dan tsaqofah Islamiyyah. Karena masa depan dunia adalah milik Islam dan kaum muslim. Saat itu, semua umat dan bangsa akan meminta solusi penyelesaian masalahnya terhadap umat Islam, termasuk dirimu.
Berbanggalah menjadi generasi umat Islam, generasi yang akan menyelamatkan masa depan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar