Sabtu, 15 April 2017

Karya Sepanjang Masa

Sore-sore sepulang kerja, anak-anak langsung meributkan mainan barunya. Sebuah kapal-kapalan dari seng dengan bunyi yang khas. Sebuah mainan yang mengingatkan penulis pada masa kecil. Padahal itu berlangsung lebih dari 30 tahun yang lalu.

Karya sepanjang masa. Itulah yang layak disematkan pada mainan tersebut. Sudah melintasi tiga generasi, masih tetap bertahan dan menarik. Penulis menjadi teringat akan buku-buku para ulama serta sastrawan muslim. Berbagai karyanya masih menarik untuk dibaca dan dipelajari hingga saat ini.

Pantas saja orang seperti Hamka sampai menuliskan di dalam buku Sejarah Umat Islam bahwa beliau bercita-cita menerbitkan buah tangan yang lumayan besar. Demi karya besar tersebut, beliau menyusunnya puluhan tahun. Rela membaca ratusan literatur serta menjaga buah karyanya meski harus berpindah-pindah tempat. Terbukti, karyanya kini masih berharga.

Kapal-kapalan dan buku tidaklah sama. Penulis hanya tertarik pada manfaatnya yang sepanjang masa. Ilmu ketika diamalkan dan diajarkan menjadi bermanfaat, sungguh akan menjadi karya sepanjang masa. Bahkan ia bisa menembus sekat-sekat dunia.

Semoga kaum muslim, khususnya para penulis muslim, bisa kembali melahirkan karya-karya sepanjang masa. Sebagaimana peradaban Islam yang telah menelurkan para ulama dan penulis terkenal sepanjang jaman.

Mari berkarya! Semoga Allah Swt memberkahi para penulis muslim dengan ilmu yang bermanfaat. Aamiin.

(Ary H. - Islamic Writer, Pengelola FP MudahNulis)

#MudahNulis
#BeraniNulisBeraniDakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar