Persia dan Romawi merupakan dua negara adidaya pada jamannya. Namun keduanya dapat ditaklukkan oleh negara Islam yang baru tumbuh dari kota kecil Madinah Al-Munawwarah. Sejak dipimpin oleh Rasulullah Saw, para Khulafa ar-Rasyidin hingga para khalifah setelahnya.
Negara Islam memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh Persia dan Romawi, yakni Quwwah Ruhiyyah (Kekuatan Spiritual). Kekuatan yang berbasis pada kesadaran akan hubungan dengan Allah Swt. Sebuah kekuatan yang berbasis pada keimanan dan ketaqwaan.
Banyak peperangan yang menceritakan tentang kehebatan Quwwah Ruhiyyah kaum muslim di bawah negara Islam, salah satunya adalah perang Khabat.
Khabat adalah salah satu daerah di wilayah Irak. Rasulullah Saw pernah menugaskan Abu Ubaidah bin Al Jarrah untuk memimpin 315 orang pasukan untuk membebaskan Khabat. Meskipun perjalanan sangat jauh dengan medan yang cukup berat, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan pasukannya hanya membawa bekal 1 keranjang kurma. Apabila dibuka di google map, jarak yang ditempuh dari Madinah ke Khabat tidak kurang dari 1900 km dengan 16 hari perjalanan dengan jalan kaki.
Sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Hal tersebut tidak sekedar menjadi retorika tanpa fakta. Bekal yang minim tidak menjadi alasan untuk menghindar dari penugasan Rasulullah Saw, atau tak serius menjalaninya. Bahkan sebaliknya, Abu Ubaidah bin Al Jarrah beserta kaum muslim selalu penuh semangat menjalankan tugasnya.
Selama dalam perjalanan, pada awalnya setiap orang pasukan mendapatkan jatah segenggam kurma perhari. Kemudian tatkala bekal kurma menipis, setiap orang pasukan hanya mendapat jatah sebutir kurma perhari. Hingga ketika bekal persediaan kurma habis, pasukan kaum muslim memetik dan memeras daun tanaman Khabat kemudian meminum airnya. Begitulah Quwwah Ruhiyyah yang dimiliki kaum muslim di bawah naungan negara Islam. Kekuatan spiritual ini mampu mengantarkan kaum muslim ke puncak kejayaan, serta memimpin dunia hingga lebih dari 13 abad lamanya.
Bagaimanakah dengan Quwwah Ruhiyyah kita? Semoga senantiasa terjaga, supaya kita merasa ringan dalam menjalankan setiap perintah Allah serta menjauhi setiap larangan-Nya. Aamiin.
(Ary H. - Islamic Writer & Blogger)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar