Aneh bila ada yang menolak Syariah
dan Khilafah dengan alasan ide import. Karena penolakan terhadap suatu ide
tidaklah dapat dinilai dari lokal atau importnya ide tersebut. Bukankah semua
agama yang ada di Indonesia adalah ide import? Mungkin hanya animisme dan
dinamisme yang merupakan kepercayaan asli nenek moyang Indonesia. Begitu pun
demokrasi, sekulerisme, liberalisme dan kapitalisme. Semuanya adalah ide
import. Tetapi semuanya diakui di Indonesia.
Oleh karena itu, penerimaan suatu ide bukanlah dinilai dari lokal
atau importnya ide tersebut.
Kapitalisme liberal dan demokrasi
terlahir dari ideologi sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Karena
itulah menurut sekulerisme, agama hanyalah urusan privat dan tidak boleh masuk
ke ruang publik. Agama hanyalah menjadi hiasan moral semata dan tidak boleh
menjadi hukum positif. Allah swt diyakini keberadaannya, tetapi hukumnya
diingkari untuk diterapkan. Sehingga wajar bila ideologi sekulerisme telah menimbulkan
kerusakan di daratan dan di lautan (lihat Q.S. Ar Rum[30]:41). Peningkatan
angka kemiskinan, kehidupan sosial yang hedonistik, perilaku yang permissive,
politik yang oportunistik, pendidikan yang liberalistik dan kerusakan
lingkungan hidup, adalah beberapa dampak buruk dari penerapannya.
Adapun ide Syariah dan Khilafah
justru mengajak manusia untuk patuh terhadap aturan Allah swt. Kekayaan alam
Indonesia adalah anugerah Allah swt. Selayaknya kita bersyukur dengan taat
penuh kepada-Nya. Bukan malah berpaling dari-Nya dengan memisahkan aturan-Nya
(Syariah) dari kehidupan. Dalam Q.S. Ali Imran[3] : 102-104, Allah swt telah
memerintahkan kita untuk bertaqwa (taat Syariah), berpegang teguh kepada Al
Quran secara berjamaah (ukhuwwah) dan dakwah. Ketiganya hanya dapat terwujud
dengan menerapkan Syariah dan Khilafah.
Lokal atau import
bukanlah alasan untuk menolak suatu ide. Tapi sejalankah ide itu dengan
keyakinan kita sebagai seorang hamba Allah, yang selayaknya tunduk dan patuh
kepada-Nya dalam berbagai aspek kehidupan. (Ary Herawan, Pendidik, tinggal di
Kota Tasikmalaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar