===============
DOA TOLAK BALA
===============
Syekh Abu Thalib Al Makki menulis dalam kitabnya Qutul Qulub (yang terkenal), pada Fasal 5: "Kami meriwayatkan dari 'Umar bin 'Abdul Aziz dari Muhammad bin 'Ubaidillah, dia berkata, "Saya mendatangi Abu Darda' r.a. (salah seorang sahabat Nabi s.a.w.) dan dikatakan kepadanya, "Rumah anda terbakar."
Beliau menjawab, "Allah tidak akan melakukan itu."
Kemudian seseorang datang lagi dan berkata, "Wahai Abu Darda', setiap kali api mendekat ke rumah anda, apinya padam."
"Saya sudah tahu," jawab Abu Darda'.
"Kami tidak tahu maksud perkataan anda yang lebih mengherankan."
Kata Abu Darda', "Sungguh aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda,
"Barangsiapa membaca beberapa kalimat ini malam hari atau siang hari, maka tidak ada sesuatupun yang akan memberi mudlarat kepadanya.,"
Dan hari ini aku telah mengucapkannya, yaitu:
"اللهم أنت ربي لا إلٰه إلا أنت....
sampai ...
إن ربي على صراط مستقيم."
Lengkapnya adalah sebagai berikut :
اللهم أنت ربي لا إلٰه إلا أنت، عليك توكلت وأنت رب العرش العظيم، ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. أعلم أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما. اللهم إني أعوذ بك من شر نفسي ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها إن ربى على صراط مستقيم٭
(Allaahumma anta robbii, laa ilaaha illa anta, 'alaika tawakkaltu wa anta robbul 'arsyil 'azhiim, maa syaa allaahu kaana wa maa lam yasya' lam yakun, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhim. A'lamu annallaaha 'alaa kulli syai in qodiir, wa annallaaha qod ahaatha bi kulli syai in 'ilma. Allaahumma innii a'udzu bika min syarri nafsii wa min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa. Inna robbii 'alaa shiraathim mustaqiim.)
Terjemah kurang lebih:
"Paduka adalah Robb hamba, tidak ada ilaah (sesembahan) selain Paduka, kepada Paduka hamba berserah diri, dan Paduka adalah Pemilik 'Arasy Yang Agung. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak dikehendakiNya tidak akan terjadi. Tidak ada daya (menolak/menghindari kejelekan) dan tidak ada kekuatan (mengerjakan/mencapai kebaikan) kecuali dengan "qudrat" (kekuasaan) dan "iradat" (kehendak) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Hamba mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah melingkupi segala sesuatu. Ya Allah, hamba mohon perlindungan Paduka daripada kejahatan nafsu (diri) hamba dan dari kejahatan segala makhluk (yang berjalan di muka bumi) yang ubun2nya (nyawanya) ada dalam genggaman Paduka. Sungguh Robb hamba berada di Jalan Yang Lurus."
(Dikutip dari kitab "Mufarrijul Kuruub wa Mufarrihul Qulub", tulisan Syaikh Yusuf bin Isma'il An Nabhani, terbitan Darul Kutubil 'Ilmiyyah, Beirut, 1996 M / 1416 H.)
Catt: Syaikh Yusuf bin Isma'il An Nabhani adalah kakek sekaligus guru Syaikh Taqiyuddin An Nabhani (Muassis sekaligus Amir pertama Hizbut Tahrir).
Unduh kitabnya di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar