sumber gambar : slideshare[dot]net
Oleh : Anisya
Dimyati (Member AMK#4)
Dakwah adalah kewajiban bagi setiap
individu dan dia adalah sebuah aktifitas mulia yang dipuji oleh Allah karena
sesungguhnya dakwah adalah aktifitas para nabi dan RasulNya. Sehingga bagi
seorang muslim yang mengambil jalan dakwah ini sama dengan dia telah mengikuti
jalan para Nabi dan Rasul.
Sebagaimana
Allah SWT telah berfirman :
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ
يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون
Artinya : "Dan hendaklah ada
di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada yang makruf, dan mencegah
dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung". (TQS. Ali-Imran : 104)
قُلْ هَـٰذِهِ سَبِيلِي
أَدْعُو إِلَى اللَّـهِ ۚ
عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ
وَسُبْحَانَ اللَّـهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah: “Inilah jalan
(agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang
yang musyrik.” (TQS:Yusuf
: 108)
Subhanallah.....sungguh beruntung bagi orang-orang yang bisa
menjalaninya.
Namun tak sedikit pula orang-orang
yang masih memandang sebelah mata aktifitas dakwah ini dengan berbagai alasan
yang ada. Apalagi dalam sistem kapitalis saat ini yang mendorong tiap orang
untuk berlomba-lomba mengejar materi dan
materi yang bersifat duniawi hingga lupa akan kewajibannya untuk bekal di
akhirat nanti.
Ayah sibuk bekerja mencari nafkah
hingga larut malam dari senin sampai sabtu, dan ketika diajak mengaji/berdakwah
beralasan tak punya waktu karena minggu hari untuk keluarga. Demikian juga para
ibu - kaum perempuan -, dia juga disibukkan oleh rutinitas sebagai ibu yang
mengurus anak dan rumahtangganya. Bahkan ada yang harus berkarier diluar rumah,
sehingga habislah waktu yang dia punya. Atau generasi mudanya, para pelajar dan
remajanya, merekapun juga disibukkan dengan kegiatan sekolah hingga tak sempat
lagi untuk mengaji atau berdakwah.
Semua itu tak lain adalah ulah
sistem kapitalis yang rusak yang dengan sengaja membuat propaganda-propaganda
untuk menjauhkan kaum muslimin dari agamanya juga dakwah. Dan kaum muslimin
tanpa sadar dengan senang hati mengambilnya sebagai gaya hidup mereka.
Muncullah gaya hidup hedonisme, individualisme, konsumtif, permisif, dan lain sebagainya
yang itu bertentangan dengan islam sebagai agama mereka. Akhirnya kaum muslimin
tersibukkan dengan urusan dunia dan semakin jauh dari ajaran islam. Mereka
seakan-akan takut tidak bisa makan atau memenuhi kebutuhannya jika mereka tidak
bekerja dan meluangkan waktunya untuk dakwah. Jadilah mereka sibuk mengejar
dunia dan melalaikan kewajibannya berdakwah. Padahal tidak demikian. Bahkan
Allah telah berjanji dalam salahsatu firmanNya :
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ
ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa yang berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya dia (akan merasakan) kehidupan yang sempit (di
dunia), dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. [TQS. Thâha[20]:124]
Juga dalam sebuah hadits yang
diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abu Hurairah
Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى
يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ
فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala
berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku
penuhi dada mu dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian
lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi
kebutuhanmu (kepada manusia)”
Dari dalil-dalil diatas bisa kita
katakan bahwa dengan menyibukkan diri dalam aktifitas dakwah tidak menjadikan
hidup kita miskin atau kekurangan, tapi justru sebaliknya Allah akan menjamin
dan mencukupkan kebutuhan kita.
Maka....jangan pernah ragu atau
takut menjadikan dakwah sebagai aktifitas utama dalam hidup ini. Jadikanlah ia
sebagai poros kehidupan. Artinya, semua aktifitas hidup kita yang seharusnya
mengikuti atau menyesuaikan aktifitas dakwah. Agendakan waktu untuk dakwah.
Berikan waktu khusus untuk berdakwah. Jangan berdakwah dengan sisa-sisa waktu
yang kita punya.
In syaa Allah dengan demikian hidup
kita akan bertambah berkah dan bermakna karena tidak hanya dunia yang kita raih
tapi juga akhirat. In syaa Allah.
#AkademiMenulisKreatif4
#PenulisBelaIslam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar