Senin, 04 Desember 2017

Rangkuman Materi-3 Mudah Menulis Opini

Assalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh...

Bagi yang baru gabung, perkenalkan saya Ary H. siswa #1 AMK, pengelola FP Mudah Nulis. Saya diamanahi oleh master Apu Indragiry untuk berbagai mengenai "Mudah Menulis Opini"
Mari kita buka dengan "bismillah dan do'a"

Alhamdulillah, KulWA ke 1 dan ke 2 Mudah Menulis Opini sudah berjalan 2 pekan yang lalu. Rangkuman materinya bisa diakses di www.berandapembelajar.blogspot.com dan www.aryherawan.blogspot.com. Saya penuh harap, rekan-rekan sudah rutin menjalankan latihan-latihannya.

InsyaAllah, malam ini saya akan berbagi mengenai EBI Bukanlah Monster

Sebelum materi mulai, saya ingin bertanya kepada rekan-rekan.

Manakah judul yang enak dibaca, A. Rumitnya Pengelolaan Haji atau B. Pengelolaan Haji yang Rumit atau C. Kerumitan Pengelolaan Haji?

Bukan karena jawabannya mayoritas, namun kalau saya cenderung enak membacanya jika tertulis Rumitnya Pengelolaan Haji. Karena itulah, tadi siang saya membaca sebuah tulisan opini di media ternama, tertulis judulnya Rumitnya Pengelolaan Haji.

Padahal, kalau berdasarkan ejaan yang baik. Kalimat Rumitnya Pengelolaan Haji merupakan kalimat yang ejaannya tidak baik. Karena kata ganti milik -nya entah kembali kemana? 

Begitulah tulisan, seringkali ejaan menjadi tidak begitu penting. Inilah yang dikenal dengan gaya bahasa populer yang seringkali lebih mementingkan kenyamanan orang yang membaca dibandingkan dengan ejaan. Terutama untuk bentuk tulisan Opini.

Sekali lagi, kenyamanan pembaca seringkali lebih diutamakan dibandingkan ejaan yang baik dan benar. Oleh karena itulah, saya ingin berbagi dengan rekan-rekan tentang EBI Bukanlah Monster.

Tidak sedikit dari kita yang berhasrat besar mau menulis, tapi takut ejaannya salah. Takut penulisan titik dan komanya tidak tepat. Khawatir penempatan Subjek Predikat, Objek dan Keterangannya acak-acakan. Akhirnya, satu kalimat pun tidak tertuang. Betul ga?

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang sebelumnya kita kenal dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), kerap kali menjadi momok bagi para calon penulis. Bahkan, seringkali menghambat ide menjadi tak jadi tertulis. Terus saja tulis hapus, hapus tulis dan terkesanlah bahwa menulis itu sulit. Padahal hanya ejaan yang menjadi monsternya.

Menulis menjadi terkesan sulit, hanya karena ejaan. Bahkan, saaangaaat sulit. Menurut rekan-rekan, penting ga ejaan itu?

Ejaan memang penting. Namun selayaknya ia ditempatkan pada porsinya. Karena pada dasarnya, belajar menulis itu belajar mencurahkan ide. Jika ide menjadi terhambat gara-gara ejaan. Berarti kita harus menyingkirkan dulu masalah ejaan.

Sampai kapankah kita menyingkirkannya?

Tentu bukan untuk selamanya, tapi sampai semua ide kita keluar dan tertuliskan. Anggaplah ketika kita menulis itu, kita sedang berbicara dengan buku, netbook atau android kita. Sampai tulisan mulai berkembang dan mulai menyadari gaya menulis sesuai pribadi masing-masing, atau lebih baik lagi seolah dengan masyarakat yang ada di hadapan kita atau dengan pembaca yang kita tuju.

Di manakah kita menempatkan aturan EBI? Tempatkanlah ia dalam proses editing. Dalam menulis opini, kita mesti melakukan aktifitas TPE, yakni Tulis - Pendam - Edit

Tulis semaksimal yang kita bisa. Curahkan semua pandangan kita terhadap fakta yang kita soroti. Kemudian pendam semalaman. Esok harinya barulah kita baca kemudian edit kembali. Pengalaman saya ketika pertama kali menulis opini. TPE itu saya lakukan beberapa kali. Bahkan pernah juga melibatkan orang lain ketika tulisan itu kita pendam.

Pada proses edit inilah kita membutuhkan EBI. Namun itu juga tidak mutlak, karena dalam beberapa hal seringkali mengutamakan kenyamanan pembaca. EBI diperlukan supaya orang tak salah memahami kalimat per kalimat tulisan kita. Aiiiih, teoritis banget ya. Bikin ngantuk...  Contohnya saja ya...

Misalnya ketika kita sudah menulis. Kemudian sudah kita pendam, ketika mau edit kita baca kembali. Ternyata ada kalimat seperti ini "Buni Yani upload video penghina Al Quran diamankan." Kalimat seperti ini kan rancu. Tentu perlu kita rapihkan sesuai ejaan yang baik dan benar.

Jadi, EBI disusun untuk memudahkan kita untuk berkomunikasi, terutama dalam ragam bahasa tulisan. Bukan malahan sebaliknya, menghambat kita untuk menulis atau mencurahkan gagasan dan pandangan.

Menulislah sampai selesai. Selanjutnya kita pelajari EBI yang baik dan benar sembari proses editing. Sehingga tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak menulis. Siap ya?
Sebagai tambahan, EBI terbaru bisa diunduh secara gratis di link berikut:

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf

Ada pertanyaan? kalau tak ada, kita langsung praktek.

Kita ambil kejadian yang disaksikan dan ramai dibahas oleh beberapa media belakangan ini.
Kita fokus ke Reuni 212. Mohon tuliskan sebebasnya tentang pertanyaan berikut. 1) What (apa)-kah yang kita ketahui tentang Reuni 212?   2) When (kapan)-kah kegiatannya?    3) Where (di mana)-kah lokasi kegiatannya?   4) Who (siapa)-kah yang terlibat di dalamnya?     5) Why (mengapa) sampai terjadi  Reuni 212? dan 6) How (bagaimana)-kah pandangan rekan-rekan tentangnya? Silahkan dimulai.

Jawabannya bukan di sini ya. Di kertas atau file. Nanti photokan kertasnya atau layarnya. Jangan lupa sertakan nama di bawah jawabannya.

Setelah tugas pertama selesai, saya kasih tugas lanjutan. Tugas lanjutannya adalah sebagai berikut :
Silahkan kembangkan jawaban rekan-rekan dengan . 1) untuk pertanyaan 1 s.d. 5 lebih fokus ke fakta dan data, maka silahkan buka media cetak dan online terkait 212 yang bisa menguatkan dan memperjelas jawaban rekan-rekan. Kemudian, khusus poin jawaban no. 6) Karena ini adalah pandangan pribadi yang bersifat opini, maka silahkan membuka buku atau tulisan orang lain, baik di koran ataupun majalah, yang bisa memperkuat pandangan pribadi anda. Lalu tambahkan dalam tulisan.

InsyaAllah, minimal 1 lembar A4 sudah di tangan.

Sudah lewat waktunya. InsyaAllah kita ketemu pekan depan ya...

Nanti kalau sudah selesai dikembangkan. Pendam semalam. Edit esok harinya. Kemudian publikasikan di FB. Ketik di bawahnya #KelasOpiniAMK Tandai Akademi Menulis, Apu Indragiry dan Aryh Menata Kata.

Mohon maaf atas salah dan khilaf, kita tutup dengan alhamdulillah dan do'a penutup majlis. Jazakumullohu khoiron master Apu Indragiry. Wassalamu 'alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

=Ary H.=

Catt :
Alhamdulillah esok harinya, beberapa rekan pun memosting tugas-tugasnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar