Minggu, 09 April 2017

Kelapangan Hati Utsman bin Mazh'un

Tatkala mendengar kabar tentang masuk Islamnya orang-orang Quraisy, Utsman bin Mazh'un r.a. segera pulang ke kampung halamannya. Meski dalam hijrahnya selama di Habasyah ia mendapatkan kondisi yang aman, tetapi kerinduan kepada Islam dan kampung halamannya mendorongnya untuk segera pulang.

Ternyata kabar tersebut hanyalah hoax belaka. Kabar dusta tersebut sengaja dibuat oleh kaum musyrik untuk menjebak umat Islam yang berada di Habasyah. Meski jebakan sudah disiapkan, umat Islam pun tetap memilih untuk memasuki Makkah dengan segala resikonya.

Tak semua umat Islam mengalami penyiksaan. Beberapa di antaranya mendapatkan perlindungan, termasuk Utsman bin Mazh'un yang mendapatkan perlindungan Walid bin Mughirah. Tetapi itu tak berjalan lama, karena Utsman memutuskan perlindungan tersebut karena menginginkan perlindungan Allah Swt semata.

Saat di luar perlindungan itulah, Utsman hadir dalam sebuah pertemuan kaum Musyrik. Ketika itu, Labib bin Rabi'ah membacakan syair yang memukau hadirin.

"Ketahuilah bahwa apapun yang selain Allah adalah hampa"

Utsman mengomentarinya, "Benar sekali"

Labib pun melanjutkan syairnya,

"Dan semua nikmat pasti akan lenyap"

Utsman menyanggahnya,

"Bohong! Kenikmatan surga tidaklah akan lenyap."

Tanpa memperhatikan amarah kaum Labib bin Rabi'ah dan para tokoh musyrik, Utsman terus menerus mengomentari sya'ir yang dibacakan. Hingga amarah itu memuncak dan Utsman pun dianiaya. Matanya lebam karena pukulan kaum muysrik.

Utsman bin Mazh'un r.a. pulang menginggalkan pertemuan itu, seraya bersyair,

"Jika demi membela agama tercinta
mataku terkena pukulan para pendusta agama
maka Yang Maha Rahman telah menyediakan imbalannya
Siapa saja yang diridloi-Nya pasti berbahagia

Jika kalian menuduhku sesat
aku tetap akan berada di barisan Muhammad
Tujuanku hanya Allah
Islam tetaplah agama yang benar
meskipun kalian berbuat aniaya dan melakukan tipu daya."

Simaklah kejadian ini, apa yang di mulut Labib tak memastikan ia mengesakan Allah Swt. Karena penolakannya terhadap Rasulullah Saw serta ajaran-Nya, tetaplah membuatnya berada di barisan kaum musyrik. Wallohu a'lamu bishshowwaab. (Ary H.)

Sumber syair : Rijal[un] haula ar-Rosul[i]. Khalid Muhammad Khalid. Diterjemahkan oleh Muhil Dhofir, Lc.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar