sumber gambar : hr[dot]wikipedia[dot]org
Istilah vazal dituliskan oleh Buya Hamka di lembaran terakhir buku
Sejarah Umat Islam jilid IV (1951). Pada bagian penutup, Buya menyampaikan
bahwa dengan gagah dan gigih, dalam rentang 100 tahun, bangsa Belanda yang
kecil dapat memancangkan kekuatannya di Nusantara. Kerajaan-kerajaan besar Nusantara,
seperti Mataram, Banten, Cirebon, Maluku dan Sulawesi dapat dikalahkan dan
berangsur-angsur menjadi vazal, yang naik karena dinaikkan Belanda dan
hidup karena dihidupi Belanda.1)
Vazal (Slovak); Vazal merupakan sinonim leenman (Belanda),
vassal (Inggris) semuanya bermakna pengikut (Indonesia). Dalam KBBI,
vasal dimaknai 1. bersifat terikat; dan 2. negara (daerah) taklukan.2)
Vasal adalah seseorang yang menjalin hubungan dengan monarki yang
berkuasa –biasanya dalam bentuk dukungan militer, perlindungan bersama (mutual
protection) atau pembayaran upeti, serta menerima jaminan dan imbalan tertentu
sebagai gantinya.3) Adapun negara vasal adalah negara yang
sepenuhnya berada di bawah kekuasaan negara lain secara internasional. Jika
negara vasal diserang negara lain, maka negara pelindung akan membantu negara
vazal tersebut. Saat ini, istilah yang lebih umum adalah negara boneka,
protektorat atau negara asosiasi.4)
Dalam sejarah feodalisme Eropa, vazal merupakan sebutan terhadap bangsawan
yang memiliki posisi lebih rendah daripada bangsawan penguasa. Para vazal diwajibkan
menyetor upeti kepada bangsawan penguasa, yang mereka tarik dari rakyat melalui
para anak buahnya.5) Terbentuklah piramida hierarki kekuasaan yang
meletakkan rakyat dalam posisi terbawah. Rakyat mesti menanggung beban dan
menjadi bahan eksploitasi manusia lain yang berada di atasnya. Mereka diperas
tenaganya, hartanya, sumber daya alamnya, hanya untuk memenuhi pundi-pundi
kekayaan kaum bangsawan penguasa.
Sejarah seolah berulang. Selama manusia mengatur diri mereka sendiri,
selama itu pula penjajahan akan terus berlangsung. Dengan kekuatan modal dan
kekuasaannya, segelintir manusia menindas mayoritas manusia lainnya.
Pakar Ekonomi Islam, Dwi Condro, dalam tulisan “Jurus-jurus Kapitalisme
Menguasai Dunia” (2012) menjelaskan bahwa perbankan dan saham dijadikan sebagai
‘mesin penyedot uang’ para pengusaha besar. Kemudian dengan modal perbankan dan
saham tersebut, para kapitalis menguasai usaha dari hulu hingga ke hilir. Perusahaan-perusahaan
kecil pun lama-kelamaan akan gulung
tikar. Tak hanya sampai di sana, para kapitalis pun mencaplok BUMN. Mereka
memuluskan langkahnya dengan berlomba-lomba menjadi penguasa. Selanjutnya, mereka
melebarkan sayap usahanya ke negara-negara miskin. 6)
Masih menurut Dwi Condro, para kapitalis mendirikan Multi National
Corporation untuk mengeruk sumber daya alam negara-negara miskin. Supaya sumber
daya alam bisa dibeli dengan murah, kurs mata uang negara jarahan pun
dijatuhkan. Liberalisasi pendidikan dijalankan sehingga banyak siswa yang tak
bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Sekolah kejuruan pun diperbanyak, tujuannya
supaya banyak orang yang memiliki keahlian dan bisa dibayar dengan upah yang
lebih murah. Selanjutnya, untuk menjaga daya beli masyarakat, para kapitalis
dunia mengembangkan Non Goverment Organization (NGO) atau LSM untuk membina
masyarakat negara-negara miskin. Mereka dibina agar bisa mengembangkan
industri-industri kecil (rumahan) sehingga masih dapat memiliki penghasilan. Jika
krisis ekonomi melanda, para kapitalis memaksa pemerintah untuk mengucurkan dana
talangan (bail out) yang bersumber dari pajak rakyat. Begitulah
jurus-jurus kapitalisme untuk menguasai
dunia. 7)
Bagaimanakah para kapitalis dunia memuluskan semua jurus tersebut? di
sinilah peran para vazal diperlukan. Vazal yang naik karena
dinaikkan para kapitalis dan hidup karena dihidupi para kapitalis. Jika dulu penjajahan
dilakukan oleh kerajaan Belanda, kini dilanjutkan oleh AS dan sekutunya. Jika
dulu AS tanpa saingan, kini Tiongkok mulai menyainginya. Namun tetap saja, mereka
membutuhkan para vazal. Vazal-vazal tumbuh bermunculan, dari satu
tuan menjadi tuan yang lain serta dari satu pemeran berganti menjadi pemeran
yang lain. Wallahu a’lamu bishshowwaab.
Daftar pustaka :
- Sejarah Umat Islam, Hamka.
- http://kbbi.web.id/vasal
- wikipedia[dot]org
- Idem
- www.serbasejarah.wordpress[dot]com. Dalam tulisan berjudul “Feodalisme ; Jurus Ampuh Kolonialisasi Hindia Belanda.”
- Jurnal Al Waie, Maret 2012.
- Idem

Tidak ada komentar:
Posting Komentar