Kamis, 19 Januari 2017

Jin Nashibin dan Ayat Suci

Ketika pertentangan musyrik Makkah semakin menghebat. Hati tokoh-tokoh mereka semakin membatu terhadap wahyu. Rasulullah Saw pun mulai mencari wilayah untuk membuka lahan dakwah di luar Makkah. Beliau mulai melirik Thaif sebagai tujuan hijrah.

Sayang sekali, langkah Rasulullah Saw sudah tercium oleh kaum musyrik. Mereka pun menghasut para penduduk Thaif untuk mengusir Rasulullah Saw. Dakwah Islam dicitrakan negatif, Rasulullah dituduh pembuat onar dan pemecah belah rakyat Makkah. Karena itulah, jangankan mau mendengarkan ayat suci, Rasulullah Saw datang pun langsung dilempari. Hingga beliau dan beberapa shahabat langsung memutuskan untuk segera kembali.

Rasulullah terus bersabar. Meskipun Jibril a.s. menawari beliau untuk menimpakan bukit kepada para penduduk Thaif, beliau menolaknya. Beliau sampaikan kepada Jibril bahwa penduduk Thaif melakukan hal tersebut karena ketidaktahuan. Memang betul, kebodohanlah yang membuat penduduk Thaif mau dibodohi oleh para penentang dakwah Rasulullah Saw.

Dalam perjalanan pulang ke Makkah, Allah Swt menghibur Rasulullah Saw. Di antara kebodohan para penduduk Thaif, ada kecerdasan dari makhluk Allah Swt yang lain. Siapakah mereka? Tidak lain mereka adalah golongan Jin di daerah Nashibin. Allah Swt menyampaikan,

"Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan. (Yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Rabb kami."
(TQS. Jin [72]: 1-2)

Ayat-ayat suci langsung diimani oleh Jin Nashibin, tidak lain karena mereka mau membuka diri terhadap kebenaran. Mereka memposisikan ayat-ayat suci sebagai petunjuk ke jalan kebenaran.
Allah Swt berfirman,

"Dan bahwasanya, orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah."
(TQS. Jin [72] : 4)

Manusia adalah makhluk Allah Swt yang mulia, tetapi ia menjadi rendah karena kebodohan dan keangkuhan. Terbukti, penduduk Thaif diposisikan lebih hina dibandingkan kalangan Jin Nashibin yang beriman.

Saat ini, alhamdulillah kita ditaqdirkan oleh Allah Swt sebagai kaum muslim. Terlahir di keluarga orang-orang yang beriman. Bagaimanakah kita akan memperlakukan Al Quran. Sebagaimana Jin Nashibin yang menjadikannya sebagai petunjuk. Ataukah sebagaimana kaum musyrik Makkah yang menentang karena mempertahankan keangkuhan, ataukah laksana penduduk Thaif yang menolak karena memelihara kebodohan. Wallahu al-Hadi ila sabili ar-Rosyadi.

(Ary H.)

#MudahNulis
#BeraniNulisBeraniDakwah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar