(Kisah Fiksi)
Hujan turun deras sedari pagi, hanya sebentar saja ia terhenti di sore hari. Seolah memberi kesempatan pada burung-burung untuk terbang kembali ke sarangnya. Sebakda Isya, Abdul berdiri di depan pintu menatap hujan yang tak kunjung mereda.
"Duh, gimana nih jadwal kajian Islam rutin! Kalau hujan begini, mending ijin saja," Abdul berujar sendirian.
Terbayang di benaknya, menembus hujan lebat dengan kendaraan roda dua. Jas hujan miliknya, pasti takkan mampu menghalangi dingin yang bakal mendera.
Di tengah keraguan itulah, Abdul akhirnya memutuskan untuk tidak berangkat.
"Biarlah saat ini ijin, pekan depan aku kan masih bisa hadir," gumamnya dalam hati.
Setelah menutup pintu rumahnya, Abdul pun mengeluarkan hpnya lalu menulis pesan.
"Tadz, mohon maaf kali ini saya ijin tidak bisa hadir. Hujan lebat, dingin sekali. Saya tidak kuat dingin."
Begitulah pesan Abdul yang dikirim via WA-nya.
"Mengapa tidak berangkat kajian, Pak?" Kata Sang Istri yang sedari tadi memperhatikan suaminya mondar-mandir.
"Hujan bu, Bapak tidak tahan dingin," jawabnya seraya bergidik.
"Oh, begitu. Ya sudah, Bapak istirahat saja," timpal Sang istri.
Baru saja Abdul membaringkan badannya, tiba-tiba hpnya berdering. Tertulis "No tidak dikenal" di layar hpnya. Abdul menduga, pastilah yang menelpon adalah Ust. Amin, yaitu pembina kajian Islamnya selama ini.
Abdul sama sekali tak tertarik untuk mengangkat hpnya. Sdh terbayang di benaknya, pasti Ust. Amin sekedar hendak menanyakan kabarnya saja.
Setelah berdering berkali-kali, akhirnya ia pun mengambil hpnya. Dengan sedikit emosi, ia pun menekan tanda tolak panggilan. Lalu kembali menulis pesan.
"Assalamu'alaikum tadz, mohon maaf saya tidak bisa ikut kajian. Saya sedang sakit." Abdul seakan surti bahwa Ustadz Amin pasti menanyakan kabarnya.
Tak lama kemudian, ada balasan dari nomor tidak dikenal tersebut.
"Wa 'alaikumussalaam, mohon maaf saya bukan Ustadz. Saya Budi, saya tertarik dengan program training yang Bapak kelola untuk perusahaan saya. Tadinya saya mau mengundang Bapak untuk presentasi esok hari di kantor kami. Tapi berhubung Bapak sedang sakit, biarlah kami cari yang lain saja. Mohon maaf telah mengganggu waktu istirahat bapak. Terima kasih"
Abdul: &?#?*+?&?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar