Terenyuh aku dalam luka
Meleleh air mata ini tak terasa
Seiring hati yang teriris cerita
Kisahmu saudaraku
Seba'da Ashar di sepuluh terakhir bulan mulia
Di sebuah Masjid nan megah dan terjaga
Dimanja teduhnya cuaca
Semilir angin yang menyejukkan
Kala engkau bertutur saudaraku,
Aku berderai air mata
Meluapkan amarah yang terkurung dalam dada
Merasa diri lemah tak berdaya
Engkau saudaraku dari tanah suci Palestina
Kau berwasiat tentang berbagai fadhilah
Tentang Ashar, Ramadhan hingga malam Lailatul Qadar
Tentang...
Masjid Al Aqsha dan tanah Palestina
Masjid mulia yang terabadikan dalam Al Quran
Kiblat pertama umat Islam yang kini terabaikan
Terkotori najis-najis bangsa kera,
Ternodai simbol-simbol yahudi
Serta tuturmu tentang derita saudara muslim Palestina
Terjajah, tersiksa di dalam sebuah penjara raksasa
Berderai air mataku tak tertahan
Tak hanya sampai di sana
Kau pun bercerita tentang para khalifah
Para perisai kaum muslim
Semua menjaga Al Aqsha
Khalifah Umar yang mengambil kunci Al Aqsha
Sulthan Salahuddin Al Ayyubi yang menaklukkan Tartar
Khalifah Sultan Hamid II yang mengusir Hertzl serta menolak uangnya
Semuanya, demi menjaga Al Aqsha
Lalu, engkau bertanya saudaraku
Maka siapa yang akan menjaga Al Aqsha sekarang?
Kuusap lagi, derai air mata ini
Seraya malu, lemah tak berdaya
Tapi, engkau tetap tegar
Dan terus menyampaikan rasa terima kasih
Jazakumullohu khoiron untuk seluruh muslim Indonesia
Tak terlihat air matamu, entah karena sudah tiada yang tersisa
Saudaraku, aku membathin
InsyaAllah sedekah kaum muslim akan berpahala
Namun, solusi atas tanah Palestina bukan sekedar harta
Ia digunakan membangun, bangsa kera menghancurkannya
Diperbaiki lalu yahudi biadab meluluhlantakkannya
Semua ini bukan hanya tentang sedekah
Kisahmu tentang Palestina dan Masjid Al Aqsha
Tanah Palestina adalah tanah umat Islam
Yang direbut zionis penjajah
Tentara-tentara muslim yang di barak harus bergerak !
Angkat senjata, bebaskan tanah Palestina !
Hancurkan Yahudi, selamatkan muslim Palestina !
Muliakan kembali Masjidil Aqsha
Bukan semata dengan rupiah, yang seringkali seadanya
Berderai air mata, umat terbaik menjadi lemah tak berdaya
Sebagaimana wasiatmu saudaraku
Umat Islam seluruhnya saudara
Dalam saling bantu dan kasih mereka laksana satu jasad
Jika satu bagian tubuh merasakan sakit, bagian lain menderita panas dan demam
Mengapa kaum ini menjadi lemah tak berdaya?
Semua terjadi sejak khilafah tiada
Ashobiyyah nasionalisme yang memenjara
Para penguasa yang berkhianat
Serta kungkungan ideologi kapitalisme yang sesat
Saudaraku yang tercinta
Kusimak seluruh kisahmu seraya mengusap lelehan air mata
Kisahmu adalah pembakar semangat,
Pengingat diri yang khilaf
Karena solusi hakiki atas tanah Palestina
Hanyalah dengan KHILAFAH dan JIHAD
(Ary H. - Selong, 21 Ramadhan 1437 H)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar