Kamis, 23 Juni 2016

Al Quran; Dulu dan Kini

Di tengah kelam kehidupan insan
Jahil dan pandir dalam bertuhan
Latta, uzza, manat dan hubal
Yang utama jadi sembahan

Suku, harta dan nasab jadi patokan
Penguasa atau rakyat jelata
Merdeka atau hamba sahaya
Kedudukan menjadi alat penindas kaum yang lemah
Hina dan mulia menjadi stigma segelintir manusia

Kaum wanita tak berdaya
Terpasung syahwat para pria pendosa
Bila keluarga tak mau terhina
Membunuhnya, lebih mulia

Allah lalu menurunkan Al Quran
Diemban manusia termulia
Muhammad Rasulullah
Al Quran datang laksana cahaya dalam kelam
Menjadi petunjuk semua insan

Tatkala Al Quran jadi panduan
Hukum Allah ditegakkan
Berbagai aturan terpancar dari keimanan
Dunia sejahtera dinaungi keadilan

Iblis terlaknat tak mau diam
Syaithan jin dan manusia ia kerahkan
Manusia pun mulai mencampakkan Al Quran
Mulai kekuasaan hingga masalah ritual
Kembali terjebak dalam kelam

Hidup manusia kini menjauh dari Al Quran
Manusia kembali menindas manusia
Kaum lemah teraniaya tak berdaya
Al Quran adalah panduan, menjadi sekedar retorika
Al Quran adalah petunjuk, laksana penghias bibir semata
Al Quran hanyalah penenang kaum tertindas
Dengan secuil iman yang masih tersisa
Di tengah gempuran sekulerisme yang menggurita

Entah sampai kapan
Bilakah manusia tersadar
Adakah hukum yang lebih baik dari Al Quran?

(Ary H. - Selong, 19 Ramadhan 1437 H)

2 komentar: