Jumat, 26 Februari 2016

Syukur di Pagi Hari

Padi hijau terhampar
Ujungnya yang mulai menguning
Laksana gradasi hamparan permadani
Sesekali, alam menghembus nafasnya pelan
Semilir angin yang melenakan
Sang Matahari pun masih berselimut awan
Seakan malas beranjak dari peraduan
Dhuha yang teduh

Burung-burung melayang rendah
Matanya lincah mencari bulir padi yang padat
Sambil bercengkerama ceria, bercericit
Beradu vokal dengan gaduhnya gergaji mesin
Cericitmu tetap alami dan indah

Bukit-bukit berjejer hijau
Dengan barisan pepohonan yang mulai merenggang
Beradu warna hijau truk dan excavator
Hijau alami bukitmu tetap lebih menyegarkan mata

Senandung Al Quran
Sayup-sayup terdengar merdu di balik dinding
Pengobat berbagai tekanan kehidupan
Menenangkan

Puji syukur pada-Mu Ya..Al Mushawwir
Mata hamba masih luas memandang
Telinga hamba masih jelas mendengar
Sungguh nikmat yang tiada terkira

(Pagi di Fajrul Islam, Jumadil Awwal 1437 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar