Setiap potensi dianugerahkan oleh Allah Swt dengan fungsi yang jelas. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, begitupun akal untuk memilih dan memilah. Akal bisa memilah mana makanan dan mana batuan. Akal juga bisa memilah mana yang aman atau berbahaya bagi manusia. Bahkan, dengan akal juga manusia memahami hidayah Allah Swt. Supaya manusia bisa memahami mana jalan yang diridloi Allah Swt atau yang dibenci-Nya.
Fungsi akal sangat dipengaruhi oleh informasi yang masuk ke dalam otak. Informasi baik yang masuk, akal pun menjadi sehat. Tetapi, jika informasi sampah yang masuk, akal pun bisa mengalami disfungsi. Apalagi, ketika manusia diminta berpikir untuk memilih jalan hidup, tetapi yang digunakan bukanlah informasi yang berasal dari Sang Maha Hidup yang memberi kehidupan.
Disfungsi akal bukanlah terkait dengan tingkat IQ (Intelegensia) seseorang. Tapi, terkait ketepatan dan kejujuran hati untuk memilih sumber informasi. Bahkan, dalam hal ini, tingkat IQ sama sekali tiada artinya. Tatkala akal mengalami disfungsi, maka intelegensia setinggi apapun bisa setara bahkan lebih rendah dari binatang ternak. (lih. Q.S. Al Furqan[25]: 43-44).
Oleh karena itu, penulis sangat penuh tanya ketika ada pejabat muslim yang pintar dan berpendidikan. Ia beranggapan dan mengopinilan bahwa toa (pengeras suara) masjid sering mengganggu, rekaman pengajian sebagai polusi suara, suara pengeras suara sebelum adzan shubuh dapat menyebabkan anak-anak menjadi kurang tidur dan ngantuk di sekolahan.
Tetapi, pada sisi lain. Ketika ditanya komentarnya terkait perilaku bejat LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender), ia menganggapnya bukan masalah besar. Bahkan tidak mengganggu selama tidak disertai dengan ajakan. Serta negara pun tidak perlu ikut campur untuk menanganinya.
Mari kita coba renungkan dengan akal sehat. Kemudian kita bandingkan antara dampak negatif pengeras suara masjid dan LGBT. Kemudian dianalisa dengan penuh kejujuran. Lalu kita jawab, manakah yang lebih berbahaya? Semoga kita dijauhkan dari disfungsi akal. Wal'iyadzu billah.
(Ary Herawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar