Saad bin Abi Waqqash r.a. merupakan salah seorang shahabat yang dido'akan oleh Rasulullah Saw. Beliau Saw mendo'akan supaya do'a-do'a Sa'ad dikabulkan oleh Allah Swt. Rasulullah bersabda:
أللّٰهُمَّ اسْتَجِبْ لِسَعْدٍ إِذَا دَعَاكَ (رواه الترمذي)
"Ya Allah, kabulkanlah Sa'ad, apabila ia berdo'a kepada-Mu"
(HR. At Tirmidzi)
Di dalam riwayat lain, Rasulullah pun mendo'akan Sa'ad supaya ditepatkan bidikan panahnya. Dialah shahabat yang pertama kali melesatkan panah di jalan Allah. Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa ia tidak pernah mendengar Rasulullah Saw menjadikan ayah dan ibunya sebagai jaminan, terkecuali kepada Sa'ad saat melemparkan panah di perang Uhud.
Do'a Rasulullah Saw dikabulkan oleh Allah Swt. Hingga Abdurrahman bin Auf r.a. menjuluki Sa'ad sebagai "Singa yang menyembunyikan kukunya", tiada lain karena do'a serta ketepatan bidikan panah Sa'ad.
Saat perang Qadisiyah, Sa'ad terpilih menjadi pemimpin pasukan. Sa'ad memerintahkan pasukannya untuk mengejar sisa pasukan Persia yang melarikan diri ke Mada'in. Padahal untuk sampai ke Mada'in harus menyebrangi Sungai Tigris yang arusnya sedang deras meluap-luap. Sa'ad membuat strategi yang membuat kagum para ahli sejarah. Hingga mereka melukiskan bagaimana dahsyatnya penyebrangan tersebut. Selain menjalankan strategi, Sa'ad pun memerintahkan pasukannya untuk membaca do'a "hasbunallaahu wa ni'mal wakiil." Pasukan kaum muslim menyeberangi sungai Tigris laksana berjalan di atas air dan tak ada yang tertinggal seorang pun.
Syaikh Muhammad Khalid menuliskan bahwa Amir bin Sa'id bercerita. Pada suatu hari Sa'ad melihat seorang laki-laki sedang mencaci maki Ali r.a. Thalhah r.a. dan Zubair r.a. Ia pun menegur orang tersebut namun orang tersebut tak memedulikannya. Lalu Sa'ad berkata, "Kalau begitu aku akan mendo'akan keburukan untukmu." Laki-laki itu menjawab, "Kamu mengancamku? Kamu ini seperti nabi saja."
Sa'ad pergi, berwudlu kemudian shalat dua raka'at. Ia berdo'a kepada Allah Swt, "Ya Allah, Engkau tahu bahwa laki-laki itu telah mencaci maki kaum yang telah mendapatkan kebaikan-Mu. Caci makinya tentu membuat-Mu marah. Karena itu, tunjukkan kebesaran-Mu dan jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi orang lain." Tak lama kemudian, seokor unta mengamuk, menabrak laki-laki tersebut dan menginjak-injaknya hingga tewas.
Meskipun do'a-do'anya selalu dikabulkan oleh Allah Swt. Sa'ad termasuk orang yang sangat qona'ah terhadap ketetapan Allah Swt. Ketika ia memimpin pasukan Qadisiyah, ia terkena penyakit bisul yang parah, ia pun tetap mengomando pasukannya seraya bersabar atas penyakitnya.
Begitu pula tatkala suatu saat ia kehilangan penglihatannya. Kemudian datanglah seorang pemuda menemuinya, ia berkata,
"لَوْلَا دَعَوْتَ اللّٰهَ فَرَدَّ عَلَيْكَ بَصَرَكَ"
"Andaikan saja engkau meminta kepada Allah untuk mengembalikan penglihatanmu, niscaya Allah akan mengembalikannya untukmu."
Sa'ad menjawabnya,
" يَا بُنَيَّ ! قَضَاءُ اللّٰهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ بَصَرِيْ"
"Hai anakku! Ketetapan Allah lebih aku cintai daripada penglihatanku."
MasyaAllah, sungguh tiada apa-apanya diri ini dibandingkan generasi terbaik umat Islam. Semoga kita bisa mengikutinya. Aamiiin. (Ary H. - Islamic Writer & Blogger)
#MudahNulis
#BeraniNulisBeraniDakwah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar