Rabu, 09 November 2016

OONISME (Sebuah Kisah Fiktif)

Terceritakan di negeri Oon sedang terjadi kasus besar. Kasus ini melibatkan pejabat kerajaan. Seorang pejabat kerajaan yang licik, didakwa telah menerima suap dari seorang borjuis.

Di waktu yang telah ditentukan, dihadirkanlah terdakwa dalam suatu sidang terbuka di hadapan rakyat. Rakyat sebenarnya sudah mengetahui dan merasakan kejahatan pejabat kerajaan tersebut, dan rakyat berharap Sang pejabat tersebut dihukum seberat-beratnya.

Raja: "Aku persilahkan kepada penuntut untuk membacakan dakwaannya."

Si penuntut pun membacakan dakwaannya yang panjang, di akhir dakwaannya ia menegaskan bahwa terdakwa bersalah.

Penuntut: "...karena itulah, maka terdakwa jelas bersalah karena telah disuap sebanyak satu milyar dan harus diusir dari kerajaan ini."

Mendengar tuntutan dari Si Penuntut, Sang pembela langsung angkat tangan.

Pembela: "Keberatan, Raja!"

Raja pun mempersilahkan Pembela untuk menyampaikan keberatannya.

Pembela: "Mohon diperjelas, klien saya disuap pakai apa?"

Raja: "Keberatan diterima. Silahkan penuntut untuk memperjelas maksudnya."

Rakyat yang menyaksikan pengadilan tersebut semakin banyak. Mereka berdatangan dari penjuru kerajaan.

"Terdakwa terbukti disuap pakai uang satu milyar!" Tegas penuntut dengan nada agak kesal. Seolah yang sudah jelas seperti itu masih saja ditanyakan.

Mendengar jawaban penuntut yang tegas, rakyat pun senang. Mereka mulai riuh memberikan dukungan.

"Tenang, tenang saudara!" Teriak pembela disertai tawa dan tepuk tangan gembira.

"Wahai raja dan hadirin semua, terdengar jelas bahwa klien saya disuap pakai uang satu milyar, iya kan?" Tanya pembela.

"Iya!" Jawab raja singkat.

Rakyat pun mulai teriak, "Iyaaa!"

Lalu, pembela tersebut berkata:

"Berarti raja harus membebaskan klien saya, karena berdasarkan ejaan bahasa negeri Oon edisi terbaru. Istilah DISUAP PAKAI itu bermakna TIDAK DISUAP. Dan jika tidak disuap, berarti klien saja harus dibebaskan dari segala tuntutan."

Raja: "Anda benar! Karena itu saya putuskan bahwa terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan."

"Bagaimana Penuntut, menerima keputusanku?" Tanya raja.

"Saya menerima semua putusan raja, anda telah berlaku adil!" Tegas Penuntut.

Rakyat: "?$&?*#%!?*$+?&#-?"

Akhirnya, pejabat yang licik tersebut pun bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar