Assalamu’alaikum
wa rohmatullahi wa barokatuh
Para
sahabat yang selalu kurindu, semoga rahmat Allah selalu tercurah untukmu.
Sahabat,
aktifitas dakwah akan terus berjalan, baik kita bersamanya ataupun tidak. Fase
berinteraksi dengan masyarakat sebagaimana yang dijalankan oleh Rasulullah Saw,
semakin hari semakin menuntut pengorbanan yang lebih. Para penguasa, orang-orang
yang dzalim, serta para mutsaqqofun (orang yang tercelup dengan tsaqofah Barat)
terus-menerus menjadi penentang dan penghambat kafilah dakwah. Namun tetap
saja, dakwah tidak boleh dan tidak akan berhenti.
Dalam
kondisi semakin dekatnya pertolongan Allah Swt. Dalam suasana semakin panasnya
bara kesabaran yang mesti kita genggam, Aku menemukan sebuah risalah, nasihat
dari Dr. Najaat Hafidz*). Sebuah risalah yang sarat akan makna serta
nasihat perjuangan. Oleh karena itulah, aku salin dan kugubahkan surat tersebut
untukmu sahabat. Sebuah nasihat tentang kesabaran di jalan dakwah.
Sahabat
yang selalu kurindu, hendaklah kita mengetahui terlebih dahulu bahwa kesabaran
itu suatu kekuatan dalam jiwa seseorang, yang memiliki peran aktif dan positif.
Allah Ta’ala akan memberikannya dalam jiwa seseorang yang berusaha ikhlash dan
jujur mengikuti petunjuk-Nya. Dia memberinya kekuatan memikul beban, bertahan
dan tabah menghadapi berbagai godaan, fitnah dan cobaan hingga ia menemui Allah
Swt, sedang Dia ridha kepadanya. Baik dengan merealisasikan kemenangan yang
didambakannya atau dengan mati syahid fi sabilillah. Dalam ukuran Islam,
keduanya merupakan kemenangan.
Hendaklah
kita menyadari bahwa setiap kita adalah objek atau sasaran ujian. Ingatlah
sabda Rasulullah Saw : “Tidak ada musibah yang menimpa muslim, melainkan
Allah Ta’ala menjadikannya kifarat baginya, sampai pun duri yang menusuknya.”
(THR. Bukhari dan Muslim).
Dalam
hadits lain, Rasulullah Saw bersabda : “Bala senantiasa menimpa orang mukmin
atau mukminah dalam harta dan anaknya, sehingga ia menemui Allah tanpa
kesalahan.” (THR. Bukhari dan Muslim). Juga dikatakan dalam hadits yang
lain : “Bala senantiasa menimpa hamba hingga ia berjalan di atas bumi tanpa
dosa.” (THR. Tirmidzi).
Terkait
bala yang menimpa, hendaklah engkau mengingat firman Allah Swt :
الم
(1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا
وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ (3)
“Alif
laam miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata : “Kami
telah beriman.” sedangkan mereka tidak diuji? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang
sebelum mereka, maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
orang-orang yang dusta.” (TQS. Al Ankabut[29]: 1-3)
Karena
itulah hendaknya disadari bahwa cobaan dan ujian itu merupakan saringan antara
yang benar dan lainnya. Allah Swt berfirman :
لِيَجْزِيَ
اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ
يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (24)
“Supaya Allah
membalas orang-orang yang benar karena kebenarannya, serta menyiksa orang-orang
munafiq jika Ia berkehendak atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah
Maha Pengampun Maha Penyayang.” (Al Ahzab[33]: 24).
Rasulullah
Saw juga menjelaskan kepada kita bahwa jalan menuju kebaikan, jalan surga,
harganya mahal sekali. Bagi orang yang hendak memetik kebajikannya, ia mesti
membayar harganya berupa kesabaran dan ketabahan. Sebagaiman sabda Rasulullah
Saw : “Surga itu dikelilingi dengan duka derita, sedangkan neraka itu
dikelilingi dengan hawa nafsu.” (THR. Muslim).
Wahai
sahabat, kita diperintahkan meneladani jejak Rasulullah Saw dalam menghadapi
berbagai masalah, ujian dan cobaan sebesar apapun dengan modal sabar dan
tabah. Begitu pula jika kita membuka lembaran sejarah para sahabat Rasulullah
Saw serta para pendahulu kita yang shalih, kita akan menemukan senjata mereka
yang paling ampuh ketika menghadapi ujian dan cobaan, yaitu kesabaran dan
ketabahan.
Para sahabat
Rasulullah mengarungi gelanggang dakwah tanpa mengindahkan derita dan sengsara
yang dihadapi. Dengan tekad bulat, mereka terus berjalan, menghidupkan dakwah
Allah, meninggikan kalimat-Nya dan kemuliaan agama-Nya.
Karena itulah
wahai para sahabat seperjuangan, hendaklah kita melatih diri agar bersikap
sabar dan tabah hingga datang pertolongan dan kemenangan dari Allah.
Ketahuilah
sahabat, bahwa kafilah dakwah itu akan berjalan dengan perlindungan dan
penjagaan Allah. Siapa yang berjalan bersamanya akan tiba dan berjaya. Ia akan
bergabung dengan kafilah-kafilah kebajikan dan hidayah lainnya, yang terdiri
dari para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Alangkah baiknya berteman
dengan mereka. (lih. Q.S. An Nisa[4]: 69).
Siapa yang
ragu dan mundur, pastilah ia akan rugi dan menyesal.
Ingatlah
selalu sahabat, bahwa sabar dan tabah dalam menghadapi bala ujian dan cobaan,
akan menambah kekuatan iman orang yang menyandangnya. Setiap kali kita
melipatgandakan kesabaran dan ketabahan, setiap itu pula kekuatan iman kita
akan bertambah kukuh. Kita akan dapat menundukkan semua problema hidup dan
rintangan yang dihadapi, berdiri dengan tegar menghadapi berbagai rintangan
yang mengepung setiap muslim. Dengan demikian, insyaAllah, pahala dan ganjaran
yang dijanjikan akan kita dapatkan.
Kita tidak
harus mengharapkan datangnya bala dan ujian. Tidak! Rasulullah Saw melarang
kita berbuat demikian. Beliau bersabda: “Janganlah kamu mengharapkan
berpapasan dengan musuh, mohonlah senantiasa kesehatan dari Allah. Kalau kamu
bertemu dengan musuh, maka bersabarlah, jangan melarikan diri. Sesungguhnya
Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al Arbain Annawawiyyah).
Perhatikanlah
sahabat, begaimana Rasulullah Saw memerintahkan kepada kita supaya senantiasa
memohon kesehatan kepada-Nya. Tetapi kalau kita diuji dan bukan diharapkan
kedatangannya, tidak ada jalan lain bagi kita selain sabar dan tabah. Semoga
kita akan menerima ganjaran besar yang dijanjikan Allah Swt.
إِنَّمَا
يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya
orang-orang yang sabar disempurnakan pahalanya tanpa terhitung.” (TQS. Az
Zumar[39]: 10).
Sahabat-sahabat
yang selalu kurindu, aku bukanlah yang terbaik di antaramu. Hanya saja aku
menemukan beberapa butir permata ilmu dalam sebuah risalah. Dengan menulis surat ini, aku berharap dapat
berbagi denganmu. Semoga persahabatan kita kekal hingga ke surga. Hanya satu
saja yang selalu kupinta kepada-Nya, semoga kita istiqomah di jalan dakwah
hingga ke akhir hayah.
Wassalamu ‘alaikum
wa rohmatullahi wa barokatuh.
Saudaramu
Ary H.
*) Risalah yang
dimaksud adalah Buku Nasihat untuk Para Wanita. Terj. dari Risalatun
Ila Ibnati (Nashihah li Kulli Bint). Tulisan Dr. Najaat Hafidz yang diterjemahkan
oleh H. Salim Basyarahil.
http://aryherawan.blogspot.co.id/2016/09/surat-untuk-sahabat.html?m=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar