Kamis, 15 September 2016

Lansia

Lansia atau lanjut usia. Istilah untuk orang yang usianya sudah melewati setengah abad. Tentunya sudah bukan lagi anak muda.

Secara sunnatullah, semakin bertambah usia semakin berkurang jatah umurnya. Bahkan Rasulullah Saw pernah mengingatkan bahwa rata-rata usia umatnya itu tidak jauh dari usia beliau, yakni sekitar 60 tahunan.

Semakin tua hendaknya semakin sadar diri. Semakin lemah, semakin banyak organ tubuh yang mengalami penurunan fungsi. Rambut memutih, penglihatan memudar, kulit keriput, tulang pun mulai rapuh. Semakin tua, banyak nikmat yang semakin berkurang. Sudah menjadi sunnatullah, setiap makhluk akan menuju kepada kebinasaan. Pelan maupun cepat, jauh maupun dekat, mati adalah pasti.

Namun sangat disayangkan jika Lansia, yang sudah tak muda itu, dipertontonkan berjoget ria berjamaah. Bukan berjamaah ngaji di masjid dan majlis taklim. Tak hanya itu, supaya terlihat islami, joget ria itu pun menggunakan seragam gamis lengkap berkerudung. Berasyik masyuk terlenakan dengan acara musik yang diwarnai ikhtilath (campur baur pria dan wanita yang bukan mahrom). Syair-syair yang dilantunkannya pun bukan syair-syair yang meningkatkan iman. Bahkan hanya syair hura-hura dan cinta semata.

Ajal memang tak pilih usia. Tentunya setiap kita menginginkan akhir kehidupan yang baik. Kondisi optimal dalam ketaatan kepada Allah Swt saat ajal menjemput. Pernahkah para pembuat tayangan, sponsor juga keluarga yang membimbing para lansia itu berpikir, bagaimana jika ajal datang saat kelelahan berjoged. Mungkinkah kalimah tahlil yang keluar dari lisan-lisan para Lansia tersebut?

Perjalanan ke stasiun televisi, berdandan, berjoged hingga pulang kembali ke rumah tentu menguras tenaga. Begitu pula jika tenaga itu dipakai untuk berjalan ke majlis taklim, mengaji, berdakwah dan taqorrub ilallah. Jika itu pilihan, mengapa tidak memilih amal shalih. Usia yang tidak muda tentu membuat energi dalam beramal menjadi serba terbatas. Alangkah baiknya, kesempatan itu dipakai sebaik-baiknya untuk mendekat kepada Sang Pencipta.

Membersamai para orang tua dalam usia senja mereka tentu sangat besar pahalanya. Membuat mereka bahagia tidaklah mesti dibawa ke dalam aktifitas hura-hura. Karena bahagia itu hasil dari sebuah persepsi. Adapun persepsi merupakan buah dari pemahaman yang sudah dimengerti dan diyakini kebenarannya. Teringat seorang shahabat Abu Ayyub Al Anshari r.a., dalam kondisi rentanya, beliau masih semangat berjihad menyambut janji Rasulullah Saw untuk membebaskan konstantinopel. Meskipun konstantinopel belum berhasil ditaklukkan tetapi semangat jihadnya menjadi inspirasi para pasukan sesudahnya. Karena beliau minta dimakamkan di jejak terdepan pasukan yang beliau pimpin.

Semoga para Lansia dan keluarga muslim yang melibatkan orang tuanya dalam acara joged ria berjamaah segera menginsyafi kekeliruannya. Kita sebagai anak-anak bisa membimbing para Lansia agar semakin banyak mengingat maut dan mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan ketaatan dan dakwah, bukan malah menceburkan orang tua kita ke dalam aktifitas maksiat yang melenakan.

(Ary H. - Blogger dan Penulis di Akademi Menulis Kreatif.)

#BerbaktiKepadaOrangTua
#AmalJariyah
#AryAttasiky

Tidak ada komentar:

Posting Komentar