Minggu, 07 Agustus 2016

Kaya Konsep, Salah Satu Keuntungan Menulis

Ada yang menarik dari pengalaman saya hari ini (7/8/2016). Hari Ahad dengan agenda yang cukup padat. Sedari pagi sudah ada forum pertemuan dengan para tokoh dan ulama. Bersambung dari satu agenda ke agenda lainnya. Padahal, malamnya baru tidur jam 01.15 dinihari, setelah merampungkan tulisan tentang Milky Way.
Melompat dari satu agenda ke agenda yang lain, mungkin biasa. Tetapi jika ada agenda yang tidak dinyana atau dadakan, baru agak luar biasa. Begitulah yang saya alami hari ini. Ketika sedang sibuk dengan persiapan akreditasi di salah satu sekolah, tiba-tiba istri menelpon.
“Assalamu’alaikum Bi, ini anak-anak sudah pada nunggu!”
“Wa ‘alaikumussalam, ada apa gitu? Setelah jawab salam, saya balik bertanya.
“Kan sekarang Abi jadwal ngisi pengajian pemudi,” ucap istri mengingatkan.
“Ini anak-anaknya sudah pada ngumpul.”
Mendengar hal tersebut, saya cukup kaget. Karena baru ingat kalau malam itu adalah jadwal ngisi pengajian. Saya kira tetap di Rabu malam Kamis. Tapi bagaimana lagi, mau membatalkan juga tidak mungkin. Masak para remaja putri sudah niat untuk pengajian, kemudian dibubarkan begitu saja.
“Iya, abi baru beres ngprint. InsyaAllah langsung pulang,” kata saya.
Selama perjalanan, pikiran saya langsung menerawang di antara ide-ide yang berkelebatan. Akhirnya, jatuhlah pada suatu tema yaitu Milky Way. Mengapa demikian? karena semalam saya baru saja menulis tentang fenomena Milky Way yang dihubungkan dengan keimanan. Tapi sayangnya tulisan saya pendek, padahal space pengajian pemudi sampai 45 menitan. Ya ga apa-apalah, saya pikir itu juga sudah mencukupi.
Sesampainya di masjid, saya mendengar para pemudi sedang tilawah Al Quran. Ternyata yang mereka baca adalah Q.S. Al Buruuj. Saya langsung teringat tentang salah satu tulisan saya di salah satu media online, yakni tentang kisah Ashabul Ukhdud. Alhamdulillah, dengan bermodal dua tulisan yang pernah saya buat, saya pun punya konsep dalam mengisi materi sebuah pengajian.
Tapi kan pengalaman tersebut berhubungan dengan aktifitas membaca? Iya benar. Justru itulah, aktifitas menulis akan memaksa kita untuk membaca. Kemudian dengan membaca dan menulis itulah, berbagai informasi –baik berupa kisah maupun konsep- akan tertancap lebih kokoh di dalam memori kita.
Oleh karena itu, menulis bisa membuat pikiran kita menjadi kaya akan konsep. Yuk Menulis!
(Ary H. – Islamic Writer Educator @ Akademi Menulis Kreatif / 5 Dzulqo'dah 1437 H )  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar