Kabut tebal menghalang pandang
Berteman lentera, terus berjalan
Tertusuk dingin tembus ke tulang
Kaki yang dingin, tak peduli beban
Menyambut hangat Sang Mentari
Ini hidup, kawan
Tak usah risaukan cobaan
Kabut dan cuaca masih bisa kau tahan
Selama api semangatmu masih berkobar
Hangat Sang Mentari menanti kita, kawan
Kabut jalanan bukanlah penghenti langkah
Selama kita masih mau membakar lentera, dan
Menahan dingin meski sekejap
Teruslah melangkah, kawan
Tembuslah kabutmu
Tahanlah dinginmu
Hangat mentari menanti di hadapan
(Kadipaten, 5 Jumadil Akhir 1437 H)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar