Kamis, 29 Oktober 2015

Tulisanku Malam Ini

Tulisanku Malam Ini
(Menulis Apapun selama 30 menit)

Malam ini, entah apa yang akan kutuliskan. Namun, ini adalah bentuk komitmenku pada tujuan, komitmenku pada program Sang Pembelajar. Program yang aku canangkan sendiri untuk diriku. Meskipun waktu telah menunjukkan jam 22.48 wib, tetapi utang waktuku pada programku masih tersisa. Yakni, muroja’ah hafalan dan menulis selama 30 menit. Oleh karena itulah, apapun harus aku tulis. Inilah realisasi dari program menulis apapun selama 30 menit. Karena kita tidak menulis karena kita ingin menulis, tetapi kita menulis karena kita harus menulis.
Sebenarnya, ingin sekali diri ini mengkritisi pengesahan RUU Pengupahan. Karena bila ditelaah, pengesahan RUU tersebut hanyalah program itu melanggengkan dominasi para kapital (pemilik modal), tentunya siapa di balik mereka kita pun tahu, tiada lain adalah para pemodal asing. Selain itu, ingin juga menulis tentang kunjungan Jokowi ke AS. Sungguh terang-terangan presiden AS Barrack Obama mengatakan bahwa pertemuan itu lebih untuk kepentingan AS. Sudah nyata seperti itu, kok sampai didatangi segala.
Ada juga fakta tentang pemberian sumbangan dari AS lebih dari 2 milyar untuk menangani kebakaran lahan. Ingin juga mengkritisinya sebagai bagian dari membongkar makar penjajah. Bagaimana AS terlihat sok peduli lingkungan, padahal pada kenyataannya. Negara-negara besarah yang banyak melakukan perusakan lingkungan.  Bahkan mereka membuat program jual beli karbon untuk menyeimbangkan lingkungan. Mereka buang emisi karbonnya secara bebas, biarlah negara berkembang dan miskin yang melakukan penanaman guna mengurangi emisi karbon.
Di benak ini, terlintas juga untuk menyelesaikan cerpen tentang “Aku dan Sepeda Baruku”, atau “Secercah Hidayah di Surau Sekolah”. Namun, seolah ada hambatan dari mana memulainya. Seperti mood dan tidak mood itu tidak bisa diciptakan. Memang benar, apa yang saya kutip dari bukunya Much. Khoiri, kita tidak menulis karena kita ingin menulis. Buktinya, ingin menulis ini, ingin menulis itu, tetapi tidak ada satu pun yang ditulis. Akan tetapi, tulisan ini ditulis dengan penekanan bahwa aku harus menulis. Terbukti, jadilah tulisan ini.
Tulisan ini sengaja mengalir begitu saja. Saya ingin tahu sejauh mana saya bisa bertahan menulis apapun selama 30 menit. Masa iya yang buat program tetapi tidak bisa menjalankannya. Padahal tadi malam program menulis apapun selama 30 menit, saya lewatkan begitu saja. Begitu pula upload  tulisan ke blog pribadi, terlewatkan sekali (dari target 2 hari sekali).
Sebenarnya, malu juga kepada diri sendiri. Terutama jika membaca buku-buku yang mengajak pada kehidupan liberal (serba bebas). Diri ini belum mampu membantahnya dengan menerbitkan buku juga. Seperti beberapa hari yang lalu di perpustakaan sekolah, menemukan buku yang isinya penuh dengan sinkretisme, pluralisme dan gaya hidup bebas. Kesel sih, tapi mengapa aku belum bisa bikin yang lebih bagus dari mereka? Itulah yang kerap jadi pertanyaan. Oleh karena itu, jawabannya tidak lain adalah aku harus menulis apapun selama 30 menit sehari. Supaya aku menjadi terlatih dan bisa juga menerbitkan buku tahun depan. aamiiin.  
Akhir tulisan ini, saya mohon maaf karena ngantuk sudah mendera. Semoga kita bertemu di puncak kesuksesan. Aamiiin. (Ary Herawan, 29/10/2015)

2 komentar: