Tulisanku Malam Ini
(Menulis Apapun selama 30 menit)
Malam ini, entah apa yang akan kutuliskan. Namun, ini adalah bentuk
komitmenku pada tujuan, komitmenku pada program Sang Pembelajar. Program yang
aku canangkan sendiri untuk diriku. Meskipun waktu telah menunjukkan jam 22.48 wib,
tetapi utang waktuku pada programku masih tersisa. Yakni, muroja’ah hafalan dan
menulis selama 30 menit. Oleh karena itulah, apapun harus aku tulis. Inilah
realisasi dari program menulis apapun selama 30 menit. Karena kita tidak
menulis karena kita ingin menulis, tetapi kita menulis karena kita harus
menulis.
Sebenarnya, ingin sekali diri ini mengkritisi pengesahan RUU Pengupahan.
Karena bila ditelaah, pengesahan RUU tersebut hanyalah program itu melanggengkan
dominasi para kapital (pemilik modal), tentunya siapa di balik mereka kita pun
tahu, tiada lain adalah para pemodal asing. Selain itu, ingin juga menulis
tentang kunjungan Jokowi ke AS. Sungguh terang-terangan presiden AS Barrack
Obama mengatakan bahwa pertemuan itu lebih untuk kepentingan AS. Sudah nyata
seperti itu, kok sampai didatangi segala.
Ada juga fakta tentang pemberian sumbangan dari AS lebih dari 2 milyar
untuk menangani kebakaran lahan. Ingin juga mengkritisinya sebagai bagian dari
membongkar makar penjajah. Bagaimana AS terlihat sok peduli lingkungan, padahal
pada kenyataannya. Negara-negara besarah yang banyak melakukan perusakan
lingkungan. Bahkan mereka membuat
program jual beli karbon untuk menyeimbangkan lingkungan. Mereka buang emisi karbonnya
secara bebas, biarlah negara berkembang dan miskin yang melakukan penanaman
guna mengurangi emisi karbon.
Di benak ini, terlintas juga untuk menyelesaikan cerpen tentang “Aku dan
Sepeda Baruku”, atau “Secercah Hidayah di Surau Sekolah”. Namun, seolah ada
hambatan dari mana memulainya. Seperti mood dan tidak mood itu tidak bisa
diciptakan. Memang benar, apa yang saya kutip dari bukunya Much. Khoiri, kita
tidak menulis karena kita ingin menulis. Buktinya, ingin menulis ini, ingin
menulis itu, tetapi tidak ada satu pun yang ditulis. Akan tetapi, tulisan ini
ditulis dengan penekanan bahwa aku harus menulis. Terbukti, jadilah tulisan
ini.
Tulisan ini sengaja mengalir begitu saja. Saya ingin tahu sejauh mana
saya bisa bertahan menulis apapun selama 30 menit. Masa iya yang buat program
tetapi tidak bisa menjalankannya. Padahal tadi malam program menulis apapun
selama 30 menit, saya lewatkan begitu saja. Begitu pula upload tulisan ke blog pribadi, terlewatkan sekali
(dari target 2 hari sekali).
Sebenarnya, malu juga kepada diri sendiri. Terutama jika membaca
buku-buku yang mengajak pada kehidupan liberal (serba bebas). Diri ini belum
mampu membantahnya dengan menerbitkan buku juga. Seperti beberapa hari yang
lalu di perpustakaan sekolah, menemukan buku yang isinya penuh dengan
sinkretisme, pluralisme dan gaya hidup bebas. Kesel sih, tapi mengapa aku belum
bisa bikin yang lebih bagus dari mereka? Itulah yang kerap jadi pertanyaan.
Oleh karena itu, jawabannya tidak lain adalah aku harus menulis apapun selama
30 menit sehari. Supaya aku menjadi terlatih dan bisa juga menerbitkan buku tahun
depan. aamiiin.
Akhir tulisan ini, saya mohon maaf karena ngantuk sudah mendera. Semoga
kita bertemu di puncak kesuksesan. Aamiiin. (Ary Herawan, 29/10/2015)
Aamiin..moga sukses pak Arie kami tunggu bkux trbit tahun depn. :)
BalasHapusAamiin..
BalasHapus