Senin, 12 Oktober 2015

Penjelasan Mengenai Bertambah dan Berkurangnya Iman *)

Lafadz “Az ziyadah” (bertambah) dan “An Nuqshon” (berkurang) adalah lafadz musytarak (memiliki banyak makna, pen.) dalam bahasa. Terkadang bermakna pertambahan dan pengurangan nilai, yakni dalam hal luas dan volume, terkadang bermakna menguat dan melemah. Adapun qarinah (indikasi) yang membatasinya adalah maksudnya. Apabila yang dimaksud adalah “Az ziyadah” (bertambah) dan “An Nuqshon” (berkurang) dalam hal keimanan, maka sesungguhnya yang dimaksud adalah menguat dan melemah, karena pembenaran yang pasti tidak boleh mengalami penambahan dan pengurangan nilai. Hal ini dapat dipahami dari berbagai ayat berikut :
     1.       Q.S. Ali Imran[3] : 173

                                         الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang yang berkata kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, kerena itulah takutlah kepada mereka, maka bertambah kuatlah keimanan mereka, dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia-lah sebaik-baik pelindung.”
     2.       Q.S. Al Anfal[8] : 2

                                    إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (adalah) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambah kuatlah imannya dan kepada Tuhan mereka bertawakal.”
     3.       Q.S. Al Ahzab[33] : 22, yang artinya :
  
                         وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (pasukan Ahzab) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah, kecuali keimanan dan keislaman mereka.”

Bahwasanya kaum mukmin telah kuat dan kokoh keimanannya disebabkan berbagai perkara yang telah Allah Swt jelaskan dalam ayat-ayat tersebut. Semua itu karena makna keimanan sebagaimana yang telah kami jelaskan (pembenaran yang pasti dan sesuai fakta berdasarkan dalil). Ia tidak boleh mengalami penambahan dan pengurangan  yang bermakna nilai. Karena hal tersebut akan menjadi (pembenaran) yang tidak pasti, berpaling menjadi dugaan dan keraguan, dan menjadi kekufuran.

*) Tema ini merupakan terjemahan dari hal. 47 kitab At Taisiir Fi Ushuli t-Tafsiir karya Syaikh Al ‘Alim Atha Ibnu Khalil Abu Ar Rasytah (Amir Hizbut Tahrir).

Diterjemahkan oleh : Ary Herawan, 29 Dzulhijjah 1436 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar