Senin, 03 November 2014

Nasihat Asy Syaikh Al 'Alim 'Atha bin Khalil Abu Ar-Rasytah

Wahai para ikhwah, bahwasanya ketika merenungkan firman Allah swt :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا () إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”
(TQS. Al insyirah[94] : 5-6)

dan

حَتَّى إِذَا اسْتَيْئَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

“Sehingga ketika para Rasul tiada mempunyai harapan lagi dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami. Lalu diselamatkanlah orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak oleh orang-orang yang berdosa.”
(TQS. Yusuf[12]: 110)

Lalu ketika merenungkan sambutan penduduk Madinah, para penolong Allah dan Rasul-Nya. Penerimaan mereka terhadap Rasulullah saw, (terjadi) setelah kondisi-kondisi sulit yang mendahului tahun tersebut.

Ada Amul Huzni (Tahun Kesedihan), yakni pada saat wafat Khadijah ummul mukminin r.a.. Juga kematian Abu Thalib yang terbukti sering membantu Rasulullah saw. Ada pula penolakan yang kasar dari penduduk Thaif yang telah melukai Rasulullah saw. Pada tahun-tahun yang menyakitkan bagi Rasulullah saw terbukti ada penerimaan kaum Anshar, lalu bai’at pertama dan kedua, kemudian hijrah Rasulullah saw dan penegakan Daulah Islam.

Bahwa dalam perenungan ini, sungguh ada harapan sesudah kepedihan, ada kegembiraan yang membahagiakan setelah peristiwa yang menyedihkan serta kemudahan setelah kesulitan.

Ada keselamatan yang mendekat setelah kepedihan yang sangat panjang. Ada keberkahan dan rahmat Allah yang tercurah setelah  “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”, kemudian kebaikan dan pertolongan...., lalu kebaikan dan pertolongan..., lalu kebaikan dan pertolongan...

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ () بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

“Dan pada hari itu berbahagialah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah, Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Perkasa, Maha Penyayang.”                                        (Q.S. Ar Ruum[30]: 4-5).

Al ‘Alim ‘Atha bin Khalil Abu Ar-Rasytah

(Mukhtaaraat Minal Maktabil I’lami li Hizbit Tahrir. 75. Muharram 1436 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar