Setiap makhluk Allah swt, pasti akan mengalami kedua fase penting dalam hidup. Yakni, kelahiran dan kematian. Tepat hari kemarin, tetangga di blok belakang rumah berbahagia karena baru dapat momongan. Hari ini, tetangga yang lain sedang bersedih. Karena ia baru dapat musibah kehilangan ibunda tercinta untuk selamanya.
Kelahiran dan kematian bagaikan dua sisi mata uang dalam kehidupan manusia. Kita tidak bisa hanya memilih salah satunya. Karena kita sudah terlahir, maka pasti kita akan mati. Sehingga kita tak perlu takut mati.
Teringat seorang teman yang bercerita. Ada seorang bapak yang memiliki putri yang divonis leukeumia. Bahkan dokter sudah angkat tangan dengan mengatakan bahwa umur putri kesayangannya itu tinggal 2 bulan lagi. Lalu, Sang Ayah setiap hari memotivasi anaknya supaya tidak takut dengan kematian, supaya tegar, supaya tabah dan bersabar. Alhamdulillah anaknya tegar dan bersabar, hingga ajal menjemputnya.
Fitrah setiap insan, khususnya ibu, pasti sangat bahagia bila dapat melahirkan keturunan. Karena itu, kelahiran adalah suatu anugerah. Anugerah yang terindah bagi kita. Kita sudah terlahir ke dunia, maka anugerah ini mesti selalu kita syukuri. Allah swt sangat murka dengan orang yang tidak mensyukuri hidupnya, bahkan sampai mengakhiri hidupnya sendiri.
Kematian itu pasti. Bahkan bila kita bersembunyi di balik benteng yang kokoh sekalipun, maut pasti akan menjemput kita. Maut adalah pintu yang akan dilewati oleh setiap insan. Pintu itulah yang menghubungkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat, kehidupan kita yang sebenarnya.
Sahabat...sudah siapkah kita memasuki pintu kematian? Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu siap menghadapi maut. aamiiin. (ary.attasiky)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar